REDAKSI88.com, Bogor — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada 1.004 Komandan Satuan TNI di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/2).
Para peserta terdiri dari komandan satuan setingkat Danyon, Dandim, dan Dandrem dari masing-masing matra TNI.
Dalam kesempatan ini, Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan suatu negara tidak dapat dipisahkan dari kemampuannya untuk melindungi diri dari berbagai ancaman.
Dalam pengarahannya, Prabowo menekankan bahwa pertahanan negara adalah aspek vital bagi keberlangsungan bangsa.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Sidang Perdana Dewan Pertahanan Nasional, Melindungi Rakyat adalah Tujuan Nasional
“Kalau sebuah negara ingin merdeka sesungguhnya, sebuah negara ingin sejahtera, maka harus punya kekuatan untuk melindungi diri, melindungi seluruh kekayaan alam yang ada,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tanpa pertahanan yang kuat, kemerdekaan dan kesejahteraan suatu negara bisa terancam oleh pihak luar.
Prabowo juga menyoroti berbagai konflik global yang menunjukkan bahwa kekayaan dan kemakmuran saja tidak cukup untuk menjamin keamanan sebuah negara.
Ia mencontohkan beberapa negara yang kaya dan kuat tetapi tetap menjadi korban invasi, yang berdampak pada kehancuran pemukiman, sekolah, fasilitas umum, hingga infrastruktur vital seperti pembangkit listrik.
Baca Juga: Lucky Popstar, Game Puzzle Mengasyikkan dengan Hadiah Saldo DANA
Indonesia, menurut Prabowo, patut bersyukur karena sejauh ini berhasil menjaga stabilitasnya dan tidak terseret ke dalam konflik global.
"Kita harus bersyukur bahwa pemimpin-pemimpin kita telah memelihara negara kita, memelihara NKRI tanpa terlalu terlibat, tanpa mengundang invasi dari negara lain," ujarnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kebijakan strategis yang diterapkan oleh para pemimpin bangsa selama ini.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa fungsi utama sebuah negara adalah perlindungan, yang pada hakikatnya berarti pertahanan.