REDAKSI88.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan kritik tajam kepada Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, terkait polemik kebijakan distribusi LPG 3 kg.
Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar 2025, yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Sabtu (8/2/2025).
Bahlil mengibaratkan situasi saat ini sebagai ujian bagi loyalitas kader Partai Golkar.
"Ketua Komisi XII ada? Bapak sebagai Ketua Komisi XII yang utamanya dari Partai Golkar, harus bicara juga seperti ini. Hati-hati, ini ibarat sebuah kapal. Jangan teman-teman pikir kapal ini akan karam," ujarnya.
Baca Juga: HUT JMSI ke 5 di Banjarmasin, Usung Program Literasi 'JMSI Goes To School'
Meskipun tidak merinci maksud pernyataannya, ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi kesempatan bagi seorang "nakhoda" untuk menguji kesetiaan "anak buah kapal".
Dalam analoginya, Bahlil menyebut ada berbagai jenis "anak buah kapal". Ada yang setia mengikuti arah perjalanan, ada yang meloncat karena perahu miring, dan ada pula yang justru berusaha menggulingkan kapal.
"Cuma nakhoda yang satu ini kan sudah sering bermain di ombak-ombak itu. Jadi insyaallah, no problem. Nggak ada masalah, saya pikir," tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Sidang Perdana Dewan Pertahanan Nasional, Melindungi Rakyat adalah Tujuan Nasional
Sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil menjelaskan bahwa pengaturan distribusi LPG 3 kilogram—termasuk larangan penjualan di tingkat pengecer—bertujuan agar subsidi benar-benar tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mengefisienkan penyaluran subsidi energi.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok: Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio Temukan Kejutan di Setiap Langkah Hidup Anda!
Meski demikian, Bahlil mengakui bahwa kebijakan ini menimbulkan reaksi di masyarakat karena diberlakukan secara mendadak.
"Ini yang kemudian sekarang kita ubah bertahap, kita lakukan penataan agar tetap mereka bisa berjalan dan sekarang mereka sudah bisa berjalan," pungkasnya.***