Sepuluh Tahun Kepemimpinan Mian-Arie di Bengkulu Utara: Menakar Prestasi dan Menyisir Kontroversi

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:35 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian (Kanan) Arie Septia Adinata (Kiri) (Foto/Istimewa)
Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian (Kanan) Arie Septia Adinata (Kiri) (Foto/Istimewa)

Redaksi88.com– Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah kepemimpinan, apalagi di wilayah yang memiliki beragam tantangan seperti Kabupaten Bengkulu Utara.

Sejak dilantik pada 2016, duet Bupati Ir H Mian dan Wakil Bupati Arie Septia Adinata telah menorehkan jejak panjang dalam sejarah pemerintahan daerah ini.

Namun, seperti mata uang yang memiliki dua sisi, perjalanan mereka penuh dengan prestasi yang membanggakan, tapi juga dibayangi sejumlah kontroversi.

Selama satu dekade, Mian-Arie berhasil mengarahkan pembangunan yang signifikan di sektor infrastruktur perdesaan.

Baca Juga: Siapa Nasaruddin Umar: Ini Sosok dan Profil Menag Besutan Presiden Prabowo Subianto

Jaringan irigasi dan perbaikan jalan di berbagai desa menjadi sorotan utama kepemimpinan mereka.

Proyek-proyek besar seperti peningkatan akses jalan ke wilayah terpencil serta pembenahan sarana irigasi mendapat pujian, karena berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Tidak hanya itu, program pemberdayaan masyarakat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kualitas hidup warga Bengkulu Utara.

Mian-Arie dinilai mampu memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menggali potensi mereka.

Dalam beberapa survei lokal, tingkat kepuasan terhadap kebijakan ekonomi berbasis agraris meningkat, terutama di kalangan petani dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga: Tak Lagi Jadi Menko, Inilah Jabatan Luhut di Kabinet Merah Putih Prabowo: Ternyata Ada Kisah di Balik Peran Barunya

Namun, apakah semua prestasi itu cukup untuk menutupi berbagai kontroversi yang muncul sepanjang perjalanan mereka?

Proyek Gagal dan Isu Pajak

Di balik keberhasilan, bayang-bayang kontroversi tak bisa dielakkan. Salah satu proyek yang paling disorot adalah pembangunan irigasi Sengkuang pada 2017. Proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu dinilai gagal memenuhi ekspektasi.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X