Era digital membawa perubahan yang sangat besar bagi kehidupan manusia terlebih anak-anak mulai dari interaksi sosial, pekerjaan, hingga segala aspek dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu perangkat yang paling dominan adalah smartphone (HP), yang sering kali digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi, bermain game, atau mengakses media sosial.
Penggunaan gadget, terutama ponsel pintar (HP), telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia di era digital ini. Maka tidak heran jika segala hal dapat dilakukan dengan lebih mudah, canggih, dan praktis.
Era digital adalah suatu era atau zaman yang sudah mengalami kondisi perkembangan begitu maju ke arah yang serba digital, bahkan semua kegiatan penting sekalipun bisa dilakukan secara digital.
Perkembangan era digital berjalan begitu cepat hingga tak dapat dihentikan oleh manusia.
Hal ini terjadi karena manusia sendirilah yang seringkali menuntut dan meminta berbagai macam hal dapat dilakukan dengan lebih efisien dan praktis.
Pesatnya perkembangan era digital ini juga berdampak bagi mereka yang sedang berada di fase remaja atau masih anak-anak.
Dimana, bahwa usia anak-anak merupakan usia yang rentan terutama dalam aspek psikologis dan sosial. Membuat pada usia rentan tersebut anak-anak menjadi kecanduan pada gadget.
Fungsi gadget tidak lagi sekedar sebagai alat komunikasi. Kini gadget menjadi asisten manusia dalam membantu pekerjaan manusia.
Bahkan di gadget tersebut ada permainan yang sangat digemari anak-anak membuat anak-anak candu dalam bermain gadget.
Untuk itu, menjaga kesehatan mental di era digital tidak bisa dianggap remeh. Era digital membawa perubahan yang besar dalam cara berinteraksi.
Sementara, teknologi memberikan manfaat yang luar biasa, seperti kemudahan akses informasi dan konektivitas global.
Penggunaan yang berlebihan atau tidak sehat dari teknologi ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental remaja.
Dampak Negatif Kesehatan Mental Anak-Anak Dalam Era Gadget
Penggunaan gadget yang berlebihan, seperti bermain game atau media sosial, dapat menyebabkan anak mengalami kecanduan.
Artikel Terkait
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa
Aplikasi Judol: Hiburan yang Menghancurkan Masa Depan Gen Z
Homesick dan Stres saat Merantau, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Satu Pohon, Sejuta Harapan: Langkah Kecil Menuju Bumi Lebih Hijau
Perspektif Sosial Terhadap LGBT
Fenomena Idola K-Pop Jadi Wajah Produk Lokal