Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 10 Desember 2024 | 11:08 WIB
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa. (Foto Ilustrasi/Freepik)
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa. (Foto Ilustrasi/Freepik)

By: Sukma Nur Anisa

Masa kuliah bukan hanya soal mengejar gelar akademik. Masa kuliah adalah fase hidup dimana mahasiswa mulai membangun identitas, mengeksplorasi minat, dan memperluas jaringan sosial. 

Salah satu elemen kunci yang sangat berkontribusi pada pengalaman kuliah yang kaya adalah circle pertemanan atau kelompok teman yang saling mendukung, berbagi ide, dan tumbuh bersama.

Saat memasuki dunia perkuliahan, bukan hanya ilmu yang kita serap, tetapi juga ilmu dari orang-orang disekitar kita. Memilih circle yang tepat itu penting banget, guys! 

Mereka bisa jadi support system yang dapat membantu kita tumbuh atau malah membuat kita stuck and insecure, terutama ketika FOMO (Fear of Missing Out) mulai merajalela, dapat membuat mahasiswa merasa cemas dan terbebani.

Baca Juga: Capek Kuliah? Tidur Lebih Banyak, Prestasi Lebih Baik!

Apa Itu Circle?

Circle berasal dari bahasa Inggris yang artinya lingkaran. Namun, istilah ini memiliki arti berbeda dan jauh lebih mendalam di kalangan anak muda, terutama dalam lingkungan perkuliahan. 

Dalam bahasa gaul, circle artinya  sebuah kelompok atau kumpulan pertemanan yang khusus atau dibatasi. Kata circle ini juga bisa merujuk pada sebuah komunitas yang sefrekuensi atau memiliki kesamaan hobi.

Pentingnya Circle Pertemanan Dalam Kehidupan Kampus

Circle pertemanan tidak hanya menjadi tempat untuk bersenang-senang, tetapi juga memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan mahasiswa, termasuk akademik, sosial dan emosional. 

Lingkaran pertemanan yang positif dapat menjadi sumber dukungan emosional bagi mahasiswa. Mereka dapat merasa nyaman untuk berbagi masalah, kekhawatiran, dan suka cita dengan teman-teman mereka. 

Pertama, dukungan emosional dan psikologis, kehidupan kuliah sering kali penuh tekanan, seperti ujian, tugas yang menumpuk, hingga adaptasi dengan lingkungan baru. 

Teman-teman dalam circle menjadi tempat berbagi keluh kesah, menerima nasihat,dan saling mensupport satu sama lain. Manfaat: Dapat mengurangi stres, teman yang peduli dapat membantu mengurangi beban mental. 

Mereka memberikan telinga mereka untuk mendengarkan keluh kesah tanpa menghakimi, serta membangun kepercayaan diri, dukungan dari circle bisa meningkatkan rasa percaya diri, terutama saat menghadapi tantangan akademik atau pribadi. 

Karena salah satu tujuan dari circle adalah saling mendukung dan saling menguatkan satu sama lain. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Sukma Nur Anisa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X