Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 10 Desember 2024 | 11:08 WIB
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa. (Foto Ilustrasi/Freepik)
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa. (Foto Ilustrasi/Freepik)

Baca Juga: Kepala Desa Air Petai Diduga Selewengkan Dana Desa untuk Pembangunan Gedung UKS PAUD

Dampak Negatif Fomo Dalam Kehidupan Mahasiswa

Fomo dalam lingkungan mahasiswa banyak menimbulkan dampak negatif, diantaranya: Kehilangan fokus akademik, yaitu terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas sosial dan circle dapat mengorbankan waktu belajar. 

Tugas kuliah bisa terbengkalai, nilai menurun, dan bahkan motivasi akademik akan hilang. Kelelahan fisik dan mental, yaitu mahasiswa yang selalu ingin ikut dalam semua aktivitas bisa kelelahan.  

Jadwal yang padat, kurang tidur, dan stres karena ingin terlihat aktif malah bisa berujung pada kelelahan fisik dan mental. 

Kecemasan berlebihan, yakni fomo sering kali menyebabkan kecemasan terus-menerus. Mahasiswa merasa harus selalu hadir di setiap acara atau kegiatan, yang akhirnya dapat memicu stres dan menurunkan kualitas hidup. 

Perasaan tidak pernah cukup, dimana meski sudah mengikuti banyak kegiatan dan bergabung di berbagai circle, fomo membuat seseorang merasa tidak pernah cukup. Perasaan ini dapat menurunkan rasa percaya diri.

Cara Mengatasi Fomo dan Menyeimbangkan Circle di Kampus

Fomo di kampus dapat kita atasi dengan beberapa cara berikut ini:

  • Kurangi Pengaruh Media Sosial

Batasi penggunaan media sosial untuk menghindari perasaan cemas karena melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna.

Cobalah Untuk Lebih Fokus Pada Aktivitas Nyata. 

Bersyukur dengan apa yang dimiliki, lihatlah diri untuk bersyukur atas pencapaian sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain. Fokus pada pengembangan diri, bukan apa yang dilakukan orang lain. 

Berani Mengatakan Tidak.

Jangan takut menolak undangan atau ajakan, jika itu tidak sesuai dengan prioritas. Mengatakan “tidak” adalah cara menjaga keseimbangan hidup. Kenali prioritas diri, tentukan apa yang benar-benar penting dalam hidupmu. 

Apakah Nilai Akademik.

Pengalaman organisasi, atau waktu untuk diri sendiri. Fokus pada apa yang menjadi tujuan jangka panjangmu. Pilih circle yang sejalan dengan tujuan, bergabunglah dengan circle yang benar-benar sejalan dengan minat dan tujuanmu. 

Circle yang sehat adalah circle yang mendukung, bukan yang memberi tekanan. Berikan waktu untuk diri sendiri, jadwalkan waktu untuk istirahat dan melakukan hal-hal yang ingin kamu nikmati sendiri. Ini penting untuk menjaga kesehatan mental.

Tantangan Dalam Circle Pertemanan dan Cara Mengatasinya

Tantangan yang mungkin sering kita hadapi, dan beberapa cara untuk mengatasinya: Ketergantungan berlebihan, terlalu bergantung pada circle bisa menghambat kemandirian. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Sukma Nur Anisa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X