Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 10 Desember 2024 | 11:08 WIB
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa. (Foto Ilustrasi/Freepik)
Circle di Kuliah, Ketika Fomo Menguasai Hidup Mahasiswa. (Foto Ilustrasi/Freepik)

Kedua, motivasi dan dukungan akademik, motivasi dan dukungan sangat penting bagi mahasiswa karena dapat mendorong kesuksesan belajar dan pengembangan diri. 

Belajar bersama dengan teman-teman sering kali membuat materi kuliah menjadi lebih mudah untuk dipahami. 

Ketiga, pengembangan soft skills, melalui interaksi dalam circle mereka, mahasiswa dapat mengasah keterampilan penting dalam diri yang hanya bisa didapatkan dalam  lingkungan pertemanan. 

Seperti, komunikasi efektif, yaitu mampu menyampaikan pendapat dan dapat mendengarkan orang lain secara aktif. 

Manajemen konflik, yaitu mahasiswa belajar menangani perbedaan pendapat secara bijak, kerja tim, yaitu membangun kerjasama untuk mencapai tujuan.

Baca Juga: Prabowo Serukan Aparat Bertindak Tegas, Perang Total Melawan Korupsi

Jenis-jenis Circle Pertemanan di Kampus

Circle pertemanan dapat terbentuk dengan sengaja atau secara alami berdasarkan minat, tujuan, atau situasi yang sama. Beberapa contoh circle yang sering ditemui di kampus antara lain:

  1. Circle akademik

kelompok ini terbentuk untuk tujuan belajar, diskusi, dan kolaborasi dalam proyek akademik. Biasanya anggota circle ini berasal dari jurusan yang sama atau mata kuliah yang serupa. 

  1. Circle Organisasi dan Kepemimpinan

Biasanya mahasiswa yang bergabung dalam organisasi kampus, seperti BEM, himpunan mahasiswa, atau komunitas sosial, yang biasanya membentuk circle pertemanan di dalamnya. 

  1. Circle Hobi dan Minat

Circle ini berkumpul karena hobi yang sama, seperti olahraga, seni, music, atau game. 

  1. Circle Sosial atau Santai

Biasanya berisi teman-teman untuk bersantai,nongkrong, atau bersenang-senang setelah kegiatan ngampus atau saat weekend.

Memahami Fomo (Fear of Missing Out): Rasa Takut Ketinggalan

Fomo adalah perasaan takut atau cemas karena merasa tertinggal dari pengalaman atau aktivitas yang sedang dinikmati orang lain atau perasaan takut ketinggalan momen, tren, update, atau kesempatan untuk bersosialisasi. 

Fomo bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti kehidupan sosial, pekerjaan, pendidikan, dan hobi.

Fomo dalam perkuliahan dapat timbul ketika mahasiswa melihat teman-temannya menghadiri acara kampus, mendapatkan kesempatan magang, atau banyak aktivitas di circle yang berbeda. 

Media sosial menjadi faktor utama pemicu terjadinya FOMO. Saat mahasiswa melihat unggahan temannya yang terlihat bahagia, aktif, dan produktif mereka hanya bisa merasa minder dan takut tertinggal. Padahal, yang mereka lihat di media sosial hanyalah Sebagian kecil dari kenyataan. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Sukma Nur Anisa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X