Redaksi88.com – Pemerintah Jepang mendesak Amerika Serikat (AS) segera menurunkan tarif impor mobil dan suku cadang yang sebelumnya telah disepakati untuk dipangkas.
Permintaan ini bertujuan mengakhiri kebijakan tarif universal yang selama ini dinilai membebani Jepang.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh negosiator perdagangan utama Jepang, Ryosei Akazawa, usai bertemu sejumlah pejabat AS di Washington.
Baca Juga: 3 Prinsip Investasi Abadi Benjamin Graham: Dari Margin of Safety hingga Value Investing
Langkah tersebut dinilai memberi sedikit kejelasan di tengah ketidakpastian pelaksanaan kesepakatan dagang yang dicapai kedua negara pada bulan lalu.
Akazawa menjelaskan, pihak AS mengakui telah keliru menerapkan tarif stacking, meskipun sebelumnya ada kesepakatan lisan untuk tidak memberlakukan kebijakan itu.
Washington juga berkomitmen mengembalikan kelebihan tarif yang terlanjur dibayar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Pengusaha Besar Bantu UMKM dan Rakyat Miskin, Tegaskan Kemakmuran Merata
Negosiator perdagangan Jepang itu menambahkan, AS telah sepakat merevisi perintah eksekutif tentang tarif universal dan akan mengeluarkan perintah baru yang memangkas tarif mobil dan suku cadang asal Jepang.
"Kami akan terus mendesak pihak AS melalui berbagai jalur agar langkah ini segera terealisasi," ujar Akazawa sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu 9 Agustus 2025.
Ia memperkirakan revisi perintah eksekutif tersebut tidak akan memakan waktu hingga enam bulan.
Baca Juga: Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Proyek Peningkatan Fasilitas RSUD
Dalam sistem stacking, tarif tambahan sebesar 15 persen dikenakan di atas tarif lama untuk produk asal Jepang.
Jika Jepang dikecualikan, tarif tambahan hanya berlaku untuk produk dengan tarif awal di bawah 15 persen.