Sementara produk dengan tarif lebih tinggi tidak akan terkena beban tambahan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Laporkan Aparat Hukum di Persidangannya ke KPK, Tuding Ada Suap dengan Reza Gladys
Jepang paling menyoroti tarif gabungan 27,5 persen untuk kendaraan bermotor. Tarif ini merupakan akumulasi dari tarif lama 2,5 persen ditambah tarif baru 25 persen yang diberlakukan sejak era Trump.
"Setiap hari perusahaan-perusahaan Jepang menanggung kerugian yang sangat besar. Beberapa bahkan mencapai 100 juta yen per jam," tukas Akazawa tanpa menyebut nama perusahaan secara rinci.***
Artikel Terkait
Berkaca dari Kasus di Bali, Menkumham Tegaskan Royalti Bukan Pajak: Negara Tidak Mendapat Apa-apa
Nikita Mirzani Laporkan Aparat Hukum di Persidangannya ke KPK, Tuding Ada Suap dengan Reza Gladys
Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Proyek Peningkatan Fasilitas RSUD
Presiden Prabowo Minta Pengusaha Besar Bantu UMKM dan Rakyat Miskin, Tegaskan Kemakmuran Merata
3 Prinsip Investasi Abadi Benjamin Graham: Dari Margin of Safety hingga Value Investing