Forum Diskusi JPP Promedia dan Suzuki Indomobil Sales: Bahas Perang Harga di Industri Otomotif hingga Strategi di Pasar Hybrid

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:51 WIB
Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto (kiri) dan Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra (kanan) dalam forum JPP Promedia, pada Kamis, 9 Oktober 2025 (Dok. Promedia)
Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto (kiri) dan Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra (kanan) dalam forum JPP Promedia, pada Kamis, 9 Oktober 2025 (Dok. Promedia)

Redaksi88.com – Jaringan Pemred Promedia (JPP) menggelar forum diskusi daring bersama Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia sekaligus moderator Otomotif, Hadi Suprapto, mengajak para peserta diskusi membahas seputar strategi pemasaran Suzuki di tengah semakin ketatnya persaingan industri otomotif nasional.

Dalam forum tersebut, Donny Saputra menyoroti fenomena perang harga yang belakangan semakin marak di sektor otomotif Indonesia.

Baca Juga: BGN Gandeng 5.000 Chef Profesional untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Isu Keamanan Pangan

“Kita lihat beberapa pabrikan melakukan strategi perang harga, khususnya di industri otomotif. Bahkan saya lihat, penurunan harga menurut kami di luar batas kewajaran,” tutur Donny Saputra.

Donny menyebut, terdapat praktik penurunan harga yang cukup signifikan di pasar kendaraan baru, mencapai hingga 10 persen.

“Contoh, ada merek tertentu secara drastis menurunkan harga kendaraan barunya lebih dari 10 persen, dan ini dampaknya tidak hanya terjadi terhadap merek tertentu tapi juga terhadap kompetisi yang ada,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan yang Terbesar, tapi yang Terpercaya: Saat AI dan Data Jadi Fondasi Baru Industri Keuangan Digital Indonesia

Meski demikian, Donny menilai fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah dalam dunia otomotif. Ia menyebut, praktik serupa sudah terjadi sejak lama.

“Jadi kalau kami melihatnya sebetulnya di awal, strategi harga ataupun perang harga itu hal yang lumrah, karena sudah terjadi sejak era 70-an,” jelasnya.

Di sisi lain, Donny mengingatkan agar pabrikan tidak mengabaikan kualitas produk dalam menerapkan strategi harga. 

Baca Juga: Ajang Perdana di Kalimantan, Dyandra Promosindo Siap Gelar IIMS Garage Balikpapan 2025, Road to IIMS 2026

Ia menekankan pentingnya menjaga standar layanan purna jual agar konsumen tetap mendapatkan pengalaman terbaik.

“Jadi jangan sampai strategi harga ini berdampak terhadap kualitas produk itu maupun pelayanan itu sendiri,” terang Donny.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X