Redaksi88.com — Disrupsi digital kini telah menjadi keniscayaan di hampir seluruh sektor ekonomi, termasuk industri keuangan dan asuransi.
Dalam satu dekade terakhir, Indonesia mengalami percepatan signifikan dalam adopsi teknologi, mulai dari sektor e-commerce, transportasi digital, hingga layanan keuangan berbasis daring.
Laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat bahwa nilai ekonomi digital Asia Tenggara pada 2024 mencapai sekitar Rp4.320 triliun, meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, sektor e-commerce menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp1.082 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang kian bergantung pada layanan digital.
Kondisi ini menuntut industri keuangan dan asuransi untuk beradaptasi, menghadirkan produk yang tidak hanya mudah diakses tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengguna.
Menjawab Regulasi dan Kepercayaan Publik
Transformasi digital di sektor keuangan tidak hanya soal penerapan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan dan tata kelola yang kuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kebijakan seperti POJK 11/2023 dan POJK 23/2023 menegaskan pentingnya penerapan governance, manajemen risiko, serta transparansi pelaporan.
Regulasi ini berfungsi sebagai “rem dan pedal gas” yang menjaga keseimbangan antara inovasi dan akuntabilitas.
Di era keterbukaan informasi saat ini, kepercayaan publik menjadi aset paling berharga bagi industri keuangan.
Reputasi perusahaan tak lagi hanya diukur dari laporan keuangan tahunan, melainkan juga dari pengalaman pelanggan yang tersebar luas melalui media sosial.
Artikel Terkait
Dari Krisis ke Sukses: Perjalanan Sandiaga Uno dari Pencari Kerja jadi Pencipta Usaha
Bongkar Alasan Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty hingga Tuai Sorotan Serikat Buruh
Menkeu Purbaya Terkejut Tarif Cukai Rokok 57 Persen, Pengamat: Keterkejutan Bagian dari Gaya
Proyek Pani EMAS Diproyeksikan Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik
5 Langkah Menkeu Purbaya Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Capai Target 5,5 Persen Selain Kucuran Dana Rp200 Triliun