Sementara produk dengan tarif lebih tinggi tidak akan terkena beban tambahan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Laporkan Aparat Hukum di Persidangannya ke KPK, Tuding Ada Suap dengan Reza Gladys
Jepang paling menyoroti tarif gabungan 27,5 persen untuk kendaraan bermotor. Tarif ini merupakan akumulasi dari tarif lama 2,5 persen ditambah tarif baru 25 persen yang diberlakukan sejak era Trump.
"Setiap hari perusahaan-perusahaan Jepang menanggung kerugian yang sangat besar. Beberapa bahkan mencapai 100 juta yen per jam," tukas Akazawa tanpa menyebut nama perusahaan secara rinci.***