Redaksi88.com – Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau Football Association of Malaysia (FAM) kini berada di ujung tanduk setelah terseret skandal naturalisasi yang mengguncang dunia sepak bola internasional.
Alih-alih menuai pujian atas kemenangan besar, Harimau Malaya justru dijatuhi sanksi oleh FIFA karena kedapatan menurunkan pemain naturalisasi dengan dokumen palsu.
Skandal ini menjadi pukulan telak, bukan hanya bagi federasi sepak bola Negeri Jiran, tetapi juga bagi citra sepak bola Malaysia, bahkan ASEAN di mata dunia.
Baca Juga: Kasus Dana Desa di Bengkulu Utara: Kantor Desa Lebong Tandai Digeledah Jaksa
Sebagian publik pun kini mempertanyakan, bagaimana mungkin proses naturalisasi bisa lolos jika dokumen yang diajukan ternyata bermasalah.
Jawabannya terungkap setelah FIFA membongkar skandal permainan kotor tersebut. Sanksi resmi pun diumumkan pada Jumat, 26 September 2025.
FAM kini berada dalam posisi sulit. Mereka menyangkal adanya niat buruk, namun bukti yang ada menunjukkan sebaliknya.
FIFA juga tidak main-main dalam memberikan hukuman, denda Rp73 miliar serta larangan bermain selama setahun penuh bagi tujuh pemain Timnas Malaysia.
Baca Juga: Tangis Permintaan Maaf Nanik Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG
Situasi makin genting karena Malaysia juga terancam diskualifikasi Piala Asia 2027 apabila banding yang diajukan tidak membuahkan hasil.
Berikut sejumlah fakta terbaru terkait kasus yang menjerat FAM dan Timnas Malaysia.
FIFA Tegas Soal Pemalsuan Naturalisasi
Dalam pernyataannya, Komite Disiplin FIFA menegaskan pemalsuan dokumen termasuk terkait naturalisasi maupun yang lainnya, tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Proyek Pani EMAS Diproyeksikan Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik
“Setiap bentuk kecurangan akan ditindak tanpa kompromi,” bunyi pernyataan resmi FIFA pada Jumat, 26 September 2025.