REDAKSI88.com - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kembali menegaskan dedikasinya dalam memajukan industri kecil dan menengah (IKM) dengan meresmikan gedung Sentra IKM Olahan Ikan 'UP Melati'.
Acara penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara pengusaha IKM dan Dinas Perdagangan setempat berlangsung di Kecamatan Padang Jaya pada Kamis (8/5/2025).
Pada kesempatan itu, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata (ASA) menekankan bahwa peresmian ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing pelaku IKM di wilayahnya. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut.
Baca Juga: Hari Raya Waisak 2025: Ini Jadwal Libur Nasional, Cuti Bersama, serta Rangkaian Perayaannya
"Bangunan ini tidak hanya simbol pembangunan, namun harus menjadi pusat kegiatan produktif. Potensi besar perikanan di kawasan ini harus diolah maksimal. Warna biru-putih gedung ini melambangkan semangat muda untuk membangun ekonomi kreatif yang berdaya saing," tegas Bupati.
Ia juga menyoroti sinergi antara Sentra IKM dan Pasar Purwodadi yang akan segera dibuka, dengan harapan keduanya dapat menjadi penggerak ekonomi strategis di Bengkulu Utara.
Selain itu, Bupati menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut. Ia mengingatkan bahwa fasilitas ini merupakan aset daerah yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Robert Francis Prevost Terpilih sebagai Paus Baru Setelah Konklaf di Vatikan
"Pemerintah menyediakan fasilitas, dan pelaku usaha harus memanfaatkannya dengan baik. Jika dua tahun ke depan tidak ada kemajuan, tentu akan menjadi beban. Namun saya yakin, dengan pengelolaan baik, industri kreatif kita akan tumbuh kuat," tambahnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Siti Qoriah, menjelaskan bahwa pembangunan Sentra IKM Olahan Ikan 'UPI Melati' dilakukan pada 2024 melalui anggaran DAK Kementerian Perindustrian yang dikelola oleh Dinas Perdagangan Bengkulu Utara.
Fasilitas ini dirancang untuk mendukung pengembangan IKM, khususnya di bidang olahan ikan dan pangan.
"Gedung ini dilengkapi fasilitas produksi dan pelatihan yang akan dimanfaatkan oleh pelaku IKM. Kami berharap fasilitas ini menjadi pusat produktivitas dan pelatihan yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal," jelas Siti Qoriah Rosydiana.***