daerah

Cegah Intoleransi, Kesbangpol Bengkulu Tengah Gelar Dialog Lintas Agama Jelang Pilkada 2024

Rabu, 16 Oktober 2024 | 20:37 WIB
Cegah Intoleransi, Kesbangpol Bengkulu Tengah Gelar Dialog Lintas Agama Jelang Pilkada 2024. (Foto/Diyan Rapika)

Redaksi88.com, Bengkulu Tengah - Dalam upaya menjaga kerukunan antarumat beragama dan mencegah potensi intoleransi di masyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar dialog dan silaturahmi lintas agama, Rabu (16/10/2024).

Acara ini bertempat di Riung Gunung Resto, Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat. Mengangkat tema "Ciptakan Harmonisasi, Cegah Intoleransi, Sukseskan Pilkada Serentak yang Rukun dan Damai di Kabupaten Bengkulu Tengah".

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, masyarakat, dan adat dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan mewujudkan suasana damai menjelang Pilkada 2024.

Kepala Badan Kesbangpol Benteng, Andi Erzantara, S.STP, M.Si, melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Ormas, Hekatman, S.Si., M.AP, menyatakan bahwa dialog ini adalah upaya membangun keselarasan antara berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga: Raffi Ahmad Dipanggil sebagai Calon Wakil Menteri, Prabowo Siapkan Dana Abadi untuk Seniman

"Tujuan utama kami adalah menciptakan kerukunan beragama, sehingga tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat yang dapat memecah belah persatuan, khususnya menjelang Pilkada 2024," ujar Hekatman.

Dialog ini menghadirkan empat narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Kaban Kesbangpol Benteng Andi Erzantara, S.STP, M.Si, Kasi Intel Kejari Benteng Marjek Ravilo, S.H., M.H.

Kasat Binmas Polres Benteng AKP Joni Karter, S.H dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Drs. Wasik Salik.

Baca Juga: Soal Kadun Mangkir dari Tupoksinya, Camat Air Besi Sebut Belum Mengetahui

Setiap narasumber memberikan pandangan terkait peran penting menjaga kerukunan dan stabilitas sosial demi tercapainya Pilkada 2024 yang aman dan damai.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling memahami dan memperkuat persatuan, serta menghindari potensi konflik yang kerap muncul di masa-masa krusial seperti pelaksanaan pemilihan kepala daerah.***

Reporter: Diyan Rapika

Tags

Terkini