REDAKSI88.com, BENGKULU – Aroma ketegangan membuncah di Bumi Rafflesia usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (23/11) yang menyeret Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan sejumlah pejabat lainnya. Aksi protes pun bergema, dipelopori oleh Aliansi Masyarakat Bengkulu.
Dalam pernyataan tegas, Feri Vandalis, koordinator aksi, mengungkapkan krisis kepercayaan terhadap KPK yang dianggap mencederai ketenangan politik menjelang Pilkada Bengkulu.
"Bengkulu sedang tidak baik-baik saja. Kami darurat kepercayaan terhadap KPK dan aparat hukum. Kegaduhan ini diciptakan KPK di masa tenang Pilkada Bengkulu," ujar Feri, Senin (25/11).
Baca Juga: Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu Absen dalam Sidang Gugatan PWI
Aliansi Masyarakat Bengkulu melayangkan surat resmi ke Polda Bengkulu sebagai pemberitahuan rencana aksi besar-besaran yang akan digelar pada 27 November 2024 di Simpang Lima Kota Bengkulu.
"Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap KPK. Jangan sampai ada politisasi atas penangkapan Gubernur Bengkulu, yang justru menimbulkan kegaduhan di masa tenang Pilkada," tegas Feri.
Baca Juga: Ini Pesan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Pasca Terjaring OTT KPK
Gelombang aksi yang direncanakan ini menjadi babak baru dalam dinamika politik Bengkulu.
Protes besar yang akan digelar pada hari pemungutan suara menambah ketegangan di tengah pertarungan Pilkada yang sudah memanas.
Bengkulu kini berdiri di persimpangan antara dinamika hukum dan stabilitas politik.***