REDAKSI88.com, Bengkulu Utara- Senin (23/12/2024) – Ketegangan antara PT Agricinal dan masyarakat desa penyangga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bumi Pekal (FMBP) kembali pecah menjadi konflik terbuka.
Ratusan karyawan perusahaan yang didukung oleh aparat kepolisian terlibat bentrokan dengan puluhan warga yang bertahan di lokasi sengketa.
Ketegangan memuncak ketika pihak kepolisian diduga menginstruksikan karyawan perusahaan untuk membubarkan warga.
Aksi dorong-mendorong dan pemukulan pun tak terhindarkan. Situasi semakin panas dengan terdengarnya puluhan kali letusan senjata api, menciptakan suasana mencekam di sekitar lokasi konflik.
Puluhan warga dilaporkan menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut. Mereka terpaksa melarikan diri akibat dikejar oleh ratusan karyawan yang bertindak agresif.
Salah satu warga bahkan diamankan oleh pihak kepolisian, menambah tekanan psikologis bagi masyarakat yang sudah terdesak.
Baca Juga: Berjalan 7.000 Langkah Sehari Dapat Turunkan Risiko Depresi, Studi Terbaru Ungkap Manfaatnya
Deri, salah satu warga yang menjadi saksi langsung, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat kepolisian.
Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian terlihat memihak perusahaan dengan memerintahkan karyawan untuk membubarkan warga.
"Kami tidak melakukan apa-apa, tetapi tiba-tiba pihak kepolisian meminta karyawan maju untuk membubarkan warga. Akibatnya, bentrokan terjadi, dan banyak warga menjadi korban pemukulan,” ujar Deri dengan nada penuh kekecewaan.
Meski terluka dan terdesak, Deri memastikan bahwa warga tetap berjuang. Ia menegaskan akan mencari jalur lain untuk memperjuangkan hak mereka, mengingat banyaknya korban dalam konflik yang terus berulang ini.
"Banyak warga yang menjadi korban, baik dari pihak kepolisian maupun karyawan perusahaan. Ini tidak bisa dibiarkan," tegas Deri.***