REDAKSI88.com, BENGKULU UTARA – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bengkulu Utara, NS Anik Kasyanti, menyebut sejumlah media tidak kredibel terkait pemberitaan dugaan pemotongan anggaran 5-15 persen di instansinya.
Pernyataan itu disampaikan Anik Kasyanti dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Bengkulu Utara. Sikapnya ini memicu reaksi berbagai pihak, termasuk awak media.
"Ini para awak media yang ibu katakan tidak kredibel, yang mengangkat pemberitaan soal dugaan pemotongan anggaran Dinas Kesehatan," ujar Wakil Ketua Komisi I, Febri Yudirman, menunjuk para jurnalis yang hadir saat mendengarkan RDP. Selasa (14/1).
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 Segera Dibuka, Ini Syarat dan Berbagai Keuntungannya
Pernyataan Anik Kasyanti menuai respons keras dari awak media yang langsung meminta klarifikasi. Namun, Anik meminta awak media merujuk ke Dewan Pers untuk meminta izin liputan.
"Kepada seluruh awak media, terkait pemberitaan, silakan minta izin ke Dewan Pers," ucapnya saat dimintai tanggapan atas tudingan tersebut.
Saat ditanya apakah media harus mendapat izin dari Dewan Pers untuk konfirmasi langsung kepadanya, Anik menjawab tegas, "Iya."
Baca Juga: Biaya Haji Resmi Turun, Akan Kembali Diturunkan Berkat Dukungan Pemerintah Arab Saudi
"Itu yang lebih tahu teman-teman media," katanya singkat sambil meninggalkan Gedung DPRD, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut kepada awak media.
Tak hanya itu, beredar informasi bahwa Anik Kasyanti pernah menyampaikan pernyataan sensitif kepada jajarannya terkait aparat penegak hukum.
"Sama Polisi dan Jaksa saya tidak takut, APH itu urusan saya," ungkap sumber yang namanya tidak ingin disebutkan menirukan ucapan Anik Kasyanti.***