daerah

Komisi I DPRD Bengkulu Utara Gelar Hearing Bahas Proyek Mangkrak dan Pemotongan Anggaran Dinkes

Rabu, 15 Januari 2025 | 22:19 WIB
Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPRD Bengkulu Utara bersama Dinkes Bengkulu Utara. (Foto/Istimewa)

REDAKSI88.com, BENGKULU UTARA – Komisi I DPRD Bengkulu Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas proyek putus kontrak Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) serta dugaan pemotongan anggaran 5 hingga 15 persen, Selasa (14/1).

Rapat yang berlangsung di ruang Komisi Gabungan DPRD tersebut dihadiri oleh pejabat Dinkes Bengkulu Utara, anggota Komisi I, serta sejumlah stakeholder terkait lainnya.

"Hari ini kami fokus mengevaluasi kinerja Dinkes, termasuk klarifikasi dugaan pemotongan anggaran yang viral di publik, serta penyelesaian proyek Labkesda yang mangkrak," ujar Wakil Ketua Komisi I, Febri Yudirman. 

Baca Juga: Ungkap Soal Isu Pemotongan Anggaran, Kadinkes Bengkulu Utara Sebut Sejumlah Media Tidak Kredibel

Komisi I menyampaikan keprihatinan terhadap proyek Labkesda yang didanai DAK Fisik 2024, namun pengerjaannya mangkrak. Mereka menilai realisasi anggaran Dinkes tidak optimal.

"Proyek kesehatan yang menjadi prioritas justru mangkrak. Ini tanggung jawab bersama untuk mencari solusi, bukan dibiarkan tanpa kejelasan," tegas anggota Komisi I, Tommy Sitompul.

Sementara itu, pejabat Dinkes bersama pelaksana proyek dan konsultan pengawas memaparkan kendala teknis di lapangan serta alasan pemutusan kontrak proyek Labkesda yang dianggap sesuai prosedur.

Baca Juga: Apa Kabar Tom Lembong? Intip Fakta Terkini Kasus Impor Gula yang Pernah Gegerkan Media Sosial

Namun, penjelasan Kepala Dinkes, NS Anik Kasyanti, memicu pertanyaan. Anggota dewan mendesak bukti konkret serta pertanggungjawaban rinci terkait keputusan tersebut.

Komisi I turut membeberkan proyek mangkrak lainnya, seperti pembangunan Puskesmas Kecamatan Putri Hijau yang didanai DAK Fisik 2023 namun tak menunjukkan kemajuan.

"Bayangkan, proyek Puskesmas Putri Hijau miliaran rupiah mangkrak. Kini, masalah serupa terjadi pada Labkesda," sesal Febri, menyoroti buruknya pengelolaan proyek kesehatan.

Baca Juga: Biaya Haji Resmi Turun, Akan Kembali Diturunkan Berkat Dukungan Pemerintah Arab Saudi

Komisi I mendesak Dinkes Bengkulu Utara segera menyusun langkah konkret agar proyek-proyek mangkrak dapat terselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.

Dalam sesi klarifikasi adanya dugaan pemotongan anggaran, NS Anik Kasyanti tetap membantah atas tudingan dugaan pemotongan anggaran 5 hingga 15 persen, namun demikian Komisi I akan tetap menyampaikan RDP kepada unsur pimpinan agar ditindak lanjuti.***

Halaman:

Tags

Terkini