REDAKSI88.COM- Wisata alam saat ini kian digandrungi, terutama wisata alam yang bernilai edukasi. Obyek wisata Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan salah satunya yang punya kekayaan di Indonesia.
Hanya dengan menguras kocek ratusan ribu, para tourism mendapat pelayanan dan edukasi tentang kekayaan alam yang memancing inspirasi dan ilmu pengetahuan.
Ini dapat kita kunjungi di Desa Belangian, Kecamatan Banjar, Kabupaten Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan.
Di provinsi yang berjuluk Babussalam ini memang banyak menyimpan kekayaan alam, khususnya kepariwisataan bernilai tinggi, mempesona dan beredukasi bagi anak negeri.
Bila mengunjungi Kalimantan Selatan tepatnya dari titik nol Kota Banjarmasin, dengan jarak waktu dua jam, kita bias menyambangi Pelabuhan Bukit Batu.
Para tourism akan dipesonakan dengan hamparan luas danau yang terletak dibawah bukit dengan pulau-pulau kecil dan berlatar gunung menjulang yang indah.
Dari pelabuhan yang belum puas mata memandang akan keindahan dan ilustrasi imajiner menerawang, tourism akan ditawarkan angkutan laut kapal kelotok (Kapal Wisata Kecil) sebutan masyarakat, untuk dihantarkan ke Belangian tempat obyek wisata yang ada di ujung danau yang dulunya merupakan pemukiman warga sebelum diterjang banjir.
Tourism akan dihantar di Desa Wisata Kahung Geopark Meratus dalam satu jam perjalanan wisata air. Disambut Pembakal Keramahan Pebakal (kades) bersama warganya akan setiap menyambut tourism sebelum memasuki pintu gerbang desa.
Seuntai selendang dikalungkan bagi perwakilan tourism, simbolis penghormatan masyarakat desa bagi tiap tetapi yang berkunjung.
Menurut Pembakal, inilah wisata dari desa yang kini menjadi waduk dalam hamparan danau. Itu tragedi pada Tahun 1965. Hingga akhirnya semua itu menjadi keindahan dan menjadi obyek ekonomi bagi masyarakat lokal.
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan sudah sejak tahun 1982 menyatakan desa ini menjadi desa wisata dengan potensi alam, tumbuhan dan hewan. Dengan luas teritorial desa 24 ribu Hektar dan danau 9 ribu hektar.
Dengan seluas kekayaan alam itulah, 105 Kepala Keluarga memberdayakan kekayaan alam yang ada, termasuk sumber daya manusia. Masjid sudah lama di bangun, pusat kesehatan termasuk sekolah, meskipun baru sebatas taman Kanak-kanak dan sekolah dasar saja.
Seorang pemandu dari Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Abidin Nahdi yang sempat ditemui mengatakan, kalau kearifan lokal tetap dijaga oleh masyarakat desa yang terletak dekat aliran sungai Kalahan yang kaya akan bebatuan.
Setiap titik, tourism akan dipandu para pakarnya masing masing dari Dinas Kehutanan. Provinsi, Bambang Susilo mengatakan, “Saya selalu memantau khususnya tanaman dan menimbulkan kesadaran agar masyarakat tetap melakukan reboisasi untuk tanaman seperti jengkol, kemir, kareti dan lainya,” ungkapnya.
Itu dilakukan pihak tambang yang melakukan pemanfaatan tambang, hasilnya nanti juga akan kembali kemayarakat desa wisata ini. Untuk hutan alam tidak boleh di tebang dan masyarakat komitmen untuk menjaganya. Apalagi hutan yang ada merupakan kawasan Tahura.
“Dihutan yang ada, satwa langka masih banyak, mulai dari rusa, beruang madu, macan hingga burung, termasuk babi yang sering merusak perkebunan warga”, jelas Bambang yang menjabat seksi perlindungan hutan di Tahura.
Desa wisata ini tak hanya memiliki kekayaan alam satwa langka, pepohonan yang merupakan tumbuhan di hutan tropis tapi juga memiliki wisata eksotis air terjun yang mencapai ketinggian 24 meter.
Benny Benardie PWI Provinsi Bengkulu