destinasi

Mengenang Raminten: Jejak Budaya dan Warisan Kuliner dari Almarhum Hamzah Sulaiman

Kamis, 24 April 2025 | 14:59 WIB
House of Raminten di Yogyakarta. (raminten.com)

Redaksi88.com – Nama “Raminten” tak sekadar dikenal sebagai ikon kuliner, tapi juga simbol budaya di Yogyakarta. 

Di balik ketenaran itu, ada sosok visioner yang tak hanya piawai membangun bisnis, tapi juga berperan besar dalam melestarikan budaya Jawa, dialah Hamzah Sulaiman.

Hamzah, yang akrab disapa Raminten, dikenal sebagai seniman, pengusaha, sekaligus budayawan yang menciptakan konsep unik dengan memadukan kuliner dan nilai-nilai tradisional Jawa. Ia wafat pada Rabu, 23 April 2025, di usia 75 tahun di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Baca Juga: Ikon Legendaris Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Tutup Usia, Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik Malioboro

Gelar Kehormatan dari Kraton Yogyakarta

Sejarah Raminten juga tak lepas dari kehormatan yang disandang Hamzah. 

Ia menerima gelar kebangsawanan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Kraton Yogyakarta, dengan nama Kanjeng Mas Tumenggung Hamijinindyo. 

Gelar ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi beliau dalam pelestarian seni, budaya, dan kontribusinya dalam dunia usaha yang memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.

Hamzah juga merupakan pemilik Hamzah Batik, yang sebelumnya dikenal dengan nama Mirota Batik Malioboro, salah satu pusat oleh-oleh dan batik terkenal di kawasan Malioboro.

Lahirnya Sosok Raminten dari Dunia Peran

Nama "Raminten" awalnya bukanlah nama bisnis, melainkan karakter fiksi yang diperankan oleh Hamzah Sulaiman dalam sebuah acara komedi situasi yang tayang di stasiun televisi lokal, Jogja TV. 

Dalam acara tersebut, Hamzah memerankan sosok perempuan Jawa paruh baya lengkap dengan busana tradisional berkebaya, memakai jarik, dan berkonde.

Karakter Raminten dikenal humoris, gemar menari dan menyanyi tembang Jawa, serta tampil dengan sanggul besar dan kacamata bulat. 

Sosok inilah yang mencuri perhatian masyarakat dan kemudian menjadi inspirasi utama dalam membangun brand kuliner yang kini begitu melegenda.

Baca Juga: Mbok Yem dan Kisah Legendaris Warung ‘Mahal’ di Puncak Gunung Lawu

Dari Layar Kaca ke Dunia Kuliner

Kesuksesan karakter Raminten di layar kaca membawa Hamzah Sulaiman untuk mendirikan restoran dengan konsep yang sama pada tahun 2008. 

Halaman:

Tags

Terkini