- Ayam Koteka: Ayam yang dimasak dalam wadah bambu seperti koteka khas Papua.
- Sego Gudeg: Gudeg Yogyakarta disajikan dengan cara modern.
- Maheso Selo Gromo: Daging sapi berbumbu rempah khas Jawa.
- Bebek Lombok Ijo: Olahan bebek pedas dengan sambal ijo menggoda.
- Tempe Mendoan: Camilan tradisional dengan tampilan menarik dan saus spesial.
Untuk minuman, Raminten menawarkan:
- Es Kacang Merah: Segar dengan campuran santan dan gula merah.
- Wedang Uwuh: Minuman hangat dari rempah-rempah khas Jawa.
- Es Perawan Tancep: Minuman dengan nama nyeleneh namun rasa menyegarkan.
- Teh Purwoceng: Teh herbal dengan khasiat kesehatan.
Filosofi dan Warisan
Hamzah Sulaiman mendirikan Raminten bukan hanya untuk berbisnis, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya.
Ia ingin Raminten menjadi ruang inklusif, tempat makan yang terjangkau dan bisa diakses semua kalangan, dari mahasiswa hingga wisatawan asing.
Dengan cara ini, ia memperkenalkan budaya Jawa secara langsung ke lidah dan hati pengunjung.***
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap 15 Ijazah Karyawan Diduga Ditahan oleh CV Sentosa Seal
Kedua Kalinya Terjerat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Fachri Albar Sempat Rehabilitasi Namun Tak Kapok
Pasca Kepergian Mbok Yem, Bagaimana Nasib Warung di Puncak Gunung Lawu? Begini Kata Keluarga
Mbok Yem dan Kisah Legendaris Warung ‘Mahal’ di Puncak Gunung Lawu
Ikon Legendaris Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Tutup Usia, Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik Malioboro