Mbok Yem dan Kisah Legendaris Warung ‘Mahal’ di Puncak Gunung Lawu

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 24 April 2025 | 14:00 WIB
Nasib Warung Setelah Mbok Yem Meninggal Dunia. (x.com/irfansugiharto_)
Nasib Warung Setelah Mbok Yem Meninggal Dunia. (x.com/irfansugiharto_)

Redaksi88.com – Kabar duka menyelimuti lereng Gunung Lawu. Wakiyem atau sosok legendaris yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, telah meninggal dunia pada Rabu, 23 April 2025, di usia 82 tahun.

Nama Mbok Yem sudah tak asing lagi bagi siapa pun yang pernah mendaki Gunung Lawu. 

Ia adalah pemilik satu-satunya warung yang berdiri kokoh di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, tepatnya dekat puncak Hargo Dumilah, titik tertinggi gunung tersebut.

Warung miliknya dikenal sebagai tempat istirahat terakhir para pendaki sebelum mencapai puncak.

Baca Juga: Pasca Kepergian Mbok Yem, Bagaimana Nasib Warung di Puncak Gunung Lawu? Begini Kata Keluarga

Kepala Dusun Cemoro Sewu, Agus, membenarkan kepergian sosok yang sangat dihormati itu.

 "Pernah sakit turun gunung sejak sebelum puasa Ramadhan kemarin. Sakit sempat dirawat di RS di Ponorogo. Mbok Yem itu KTP-nya di Gonggang, Kecamatan Poncol dan memang buka warung di puncak Lawu," ujar Agus dalam keterangannya pada Rabu, 23 April 2025.

Biasanya, Mbok Yem hanya turun gunung setahun sekali, menjelang Lebaran, untuk berkumpul dengan keluarga. 

Namun tahun ini berbeda. Kondisinya yang mulai melemah sejak Februari membuat ia harus turun lebih awal. 

Bahkan, untuk bisa sampai ke bawah, enam orang harus menandu tubuhnya yang sudah tak sanggup lagi berjalan menelusuri jalur yang dulu begitu akrab baginya.

Sempat dirawat di RSUD Ponorogo, Mbok Yem kemudian dipindahkan ke RSI Aisyiyah Ponorogo setelah didiagnosis mengalami komplikasi penyakit pneumonia. 

Meski sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kesehatannya kembali menurun dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.30 WIB.

Jenazah disemayamkan di rumah duka, Dusun Dagung, Desa Gonggang, Magetan, dan rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.

Kisah warung legendaris Mbok Yem berawal dari era 1980-an. Kala itu, ia bukan penjaga puncak, melainkan pedagang sembako di kampung. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X