Sebelum dipanggang, sesuai dengan nama kanalnya, daging steak telah melewati proses sous vide, yaitu teknik memasak dengan menggunakan kantong vakum di air yang bersuhu rendah selama 2 jam.
Baca Juga: Komisi I DPRD Bengkulu Utara Gelar Hearing Bahas Proyek Mangkrak dan Pemotongan Anggaran Dinkes
Kecap manis membuat steak lebih enak
Pada steak dengan bumbu campuran butter dan kecap manis, rasanya tidak terlalu garlicky, sedikit manis, dan lembut.
“Ini adalah bumbu, semacam saus yang spesial, namanya kecap manis,” kata Guga.
“Kecap manis punya rasa manis tapi seperti soy sauce biasanya, dia juga agak asin dan rasanya seimbang,” imbuhnya.
Sedangkan untuk steak yang dilumuri banyak kecap manis, menurutnya rasanya enak tapi kurang seenak steak kecap manis dengan campuran butter.
“Semuanya, kalau kalian menambahkan kecap manis di steak, tambahkan sedikit butter karena itu rasanya akan jadi lebih enak,” pungkasnya.
Sejarah kecap manis di Indonesia
Kecap sudah digunakan oleh orang Romawi 300 tahun sebelum Masehi dan menyebutnya sebagai liquamen yang dibuat dengan petis teri, cuka, minyak, dan merica.
Sedangkan kecap di Indonesia dimulai saat orang-orang Tionghoa yang berekspansi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dulunya disebut dengan ke’tsiap, namun karena kebiasaan pengucapan berubah menjadi kecap.
Untuk rasanya, awalnya adalah rasa asin dan setelah masuk ke Indonesia, produksinya ditambah dengan gula kelapa yang membuatnya menjadi manis.
Pabrik kecap pertama di Indonesia berdiri pada 1882 di Pasar Lama, Tangerang dan dikelola oleh Teng Hang Soey yang kemudian dikenal menjadi Kecap Cap Istana.***
Artikel Terkait
Komisi I DPRD Bengkulu Utara Gelar Hearing Bahas Proyek Mangkrak dan Pemotongan Anggaran Dinkes
DPRD Lampung Selatan Tetapkan Radityo Egi Pratama dan M Syaiful Anwar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 2025-2030
Hasil RDP Dinkes Bengkulu Utara Akan Dibawa Komisi I DPRD ke Aparat Penegak Hukum
Stop Buang Minyak Jelantah! Kini Bisa Ditukar Jadi Uang, Begini Cara Penukarannya
Wabah Kerontokan Rambut Ekstrem di India, Apa Penyebabnya?