Baru 3 Hari Jabat Dirut PFN, Ifan Seventeen Soroti Masalah Gaji Karyawan yang Harus Segera Dibayar

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 15 Maret 2025 | 08:44 WIB
Potret musisi sekaligus Dirut PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen.  (Instagram.com/@ifanseventeen)
Potret musisi sekaligus Dirut PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen. (Instagram.com/@ifanseventeen)

Redaksi88.com – Publik tengah ramai membicarakan Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen, yang baru saja dilantik sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Dirut PFN).

Kabar pengangkatan Ifan sebagai Dirut PFN dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Viola.

"Betul, Direktur Utama PFN. Ia (Ifan) mendapatkan kepercayaan. Jadi memang ada pengangkatan direksi," ujar Putri kepada awak media di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga: Polemik Pungutan Sekolah: Kasatreskrim Polres Bengkulu Utara Berikan Penjelasan Tegas

Baru tiga hari menjabat, Ifan langsung menyoroti sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi, salah satunya mengenai gaji karyawan.

"Jadi begini, aku sebagai direktur utama yang baru dilantik tiga hari gitu, pasti aku lakukan pembenahan dulu ke dalam," tutur Ifan kepada awak media di Gedung PFN, Jakarta, pada Jumat, 14 Maret 2025.

Menurutnya, ada banyak masalah di PFN yang perlu segera diperbaiki, terutama terkait kesejahteraan karyawan.

Baca Juga: Prabowo Setuju Pembukaan Kembali Penempatan PMI ke Arab Saudi

"Karena aku melihat ada banyak sekali masalah yang ada di PFN yang perlu dibenahi yang perlu dibenahkan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ifan menekankan bahwa kreativitas tidak bisa berkembang jika karyawan masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar mereka.

"Gimana orang bisa berkarya kalau mereka perutnya aja masih lapar? Ini yang dihadapi oleh PFN," ungkapnya.

Baca Juga: Prabowo Berencana Bangun Penjara di Pulau Terpencil untuk Koruptor

Ifan juga mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir, gaji karyawan PFN tidak dibayarkan secara penuh.

"Setiap harinya setiap bulannya, ini masalahnya. Gaji dibayarkan proporsional, selama 6 bulan teman-teman gajinya banyak yang nggak lengkap," tandasnya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X