REDAKSI88.com – Kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump telah memicu gejolak di berbagai sektor industri, termasuk otomotif.
Salah satu perusahaan yang merasakan dampaknya adalah Tesla, produsen mobil listrik milik Elon Musk.
Musk, yang saat ini menjadi bagian dari kabinet Trump di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), dilaporkan telah meminta secara langsung kepada Trump untuk mencabut kebijakan tarif tersebut.
Sayangnya, upaya itu tidak membuahkan hasil.
"CEO Tesla Elon Musk mengajukan permohonan langsung kepada Trump, namun tidak berhasil untuk membalikkan tarif selama akhir pekan lalu," tulis Washington Post seperti dikutip CNN pada Rabu, 9 April 2025.
Hingga kini, baik pihak Gedung Putih maupun Musk belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Namun, sebelumnya Musk telah mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak tarif terhadap perusahaannya.
Baca Juga: Kebijakan Tarif Resiprokal Trump Resmi Berlaku, Impor China Dikenakan Pajak 104 persen
“Penting untuk dicatat bahwa Tesla TIDAK tanpa cedera di sini. Dampak tarif terhadap Tesla masih signifikan,” tulis Musk dalam sebuah unggahan di X awal April 2025.
Sejak bergabung dengan pemerintahan Trump, bisnis Tesla mengalami penurunan.
Bahkan, protes publik terhadap afiliasi politik Musk berujung pada aksi vandalisme terhadap produk Tesla.
Baca Juga: Misi Kemanusiaan Indonesia: Prabowo Subianto Galang Dukungan Internasional untuk Evakuasi Warga Gaza
Persoalan kian rumit setelah data dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa Tesla kalah dari BYD dalam hal pengiriman mobil listrik.