Redaksi88.com – Kebijakan tarif balasan (resiprokal) AS terhadap produk impor dari beberapa mitra dagangnya menjadi topik hangat di kalangan publik internasional.
Indonesia dan Malaysia termasuk negara yang terdampak kenaikan tarif impor yang sebelumnya ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Saat ini, kedua negara masih menjalani proses negosiasi terkait kebijakan tersebut.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Harus Tinggalkan Mental 'Kumaha Engke'
Terkini, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dirinya menerima telepon dari Presiden RI Prabowo Subianto membahas kebijakan tarif impor AS.
"Kami berbincang mengenai isu-isu penting, termasuk dampak tarif baru yang diterapkan AS," kata Anwar dalam pernyataan resminya di akun Instagram @anwaribrahim_my, Minggu (4 Mei 2025).
Anwar menambahkan, percakapan mereka juga membahas upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengundang PM Malaysia untuk melakukan kunjungan kerja ke Jakarta.
"Kami menyentuh keperluan kedua negara sahabat ini untuk memperkukuh hubungan kerja sama meliputi pelbagai bidang," ujar Anwar.
PM Malaysia itu menyatakan keyakinannya bahwa kemitraan erat antara Malaysia dan Indonesia akan membawa dampak positif bagi kedua negara, terutama di tengah tekanan tarif impor AS.
"Saya dan Presiden Prabwo percaya, hubungan erat Malaysia dan Indonesia dapat memberi manfaat buat rakyat keseluruhan," sebut Anwar.
"Kami juga menyentuh soal persiapan Sidang Kemuncak ASEAN 2025 di Kuala Lumpur pada akhir bulan ini (Mei 2025)," tutupnya.***