REDAKSI88.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina adalah komitmen abadi dan tidak akan pernah surut.
Pernyataan tegas ini disampaikannya dalam pidato pembukaan Sidang ke 19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Jakarta, Rabu malam (14/5).
"Saya menegaskan komitmen bangsa Indonesia yang tidak akan pernah surut, tidak akan pernah berhenti dalam membela hak rakyat Palestina untuk merdeka," tegas Prabowo di hadapan para pemimpin dan perwakilan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca Juga: Pendidikan Karakter ala Dedi Mulyadi Diperkuat: Siswa Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah
Prabowo menyatakan keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun akibat konflik dan ketidakadilan.
Ia mendesak dunia Islam untuk melampaui sekadar retorika dan resolusi, menyerukan aksi konkret untuk menghentikan krisis kemanusiaan di Palestina.
"Saya ulangi kembali di forum ini, sudah tiba waktunya jangan kita sekadar berdiskusi, jangan menyusun resolusi-resolusi lagi. Rakyat Palestina terlalu lama menjadi korban. Rakyat Palestina membutuhkan suatu tindakan yang nyata," tegasnya.
Prabowo mengajak negara-negara Islam untuk mengatasi perbedaan, mengesampingkan kecurigaan, dan menghentikan rivalitas internal demi kepentingan bersama umat Islam.
"Marilah kita atasi perbedaan kita. Marilah kita atasi kecurigaan kita. Marilah kita atasi rivalitas antara kita. Yang penting adalah keselamatan umat Islam," ujarnya.
Ia menekankan bahwa forum seperti PUIC harus menjadi wadah efektif untuk memperkuat solidaritas, memperjuangkan keadilan, dan menghasilkan solusi nyata bagi masalah global yang dihadapi umat Islam.
"Perkumpulan ini lahir dari kesadaran bahwa negara-negara Islam butuh kebersamaan dalam menghadapi tantangan global dan membela kepentingan umat Islam di manapun berada," jelas Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan pentingnya membangun kekuatan internal sebelum membantu bangsa lain.
Ia mengutik amanat konstitusi Indonesia yang mewajibkan partisipasi aktif dalam menjaga perdamaian dunia.