Redaksi88.com – Ketegangan antara Iran vs Israel terus menjadi sorotan publik internasional seiring eskalasi konflik yang semakin meningkat hingga Rabu, 18 Juni 2025.
Di tengah konflik tersebut, Donald Trump selaku presiden dari negara sekutu Israel yakni Amerika Serikat (AS), menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai target mudah.
Meski demikian, Trump mengklaim bahwa pihaknya belum memberikan izin untuk melakukan pembunuhan terhadap Khamenei atas konflik melawan iran
Baca Juga: Polda Jabar Gerebek Ruko Kasino di Bandung, 44 Tersangka Masuk Bui
Trump lalu meminta Iran untuk menyerah tanpa syarat. Pernyataan itu disampaikannya ketika menjawab pertanyaan seputar kemungkinan AS ikut campur dalam serangan terhadap Iran bersama Israel.
"Kami tahu persis di mana yang mereka sebut Pemimpin Tertinggi bersembunyi. Dia target mudah, tapi dia aman di sana. Kami tidak akan menghabisinya setidaknya untuk saat ini,” kata Trump sebagaimana dilansir dari Reuters, pada Rabu, 18 Juni 2025.
"Kami tak ingin rudal kami mengenai warga sipil, atau tentara AS. Kesabaran kami mulai menipis. Terima kasih atas perhatian kalian atas masalah ini," imbuhnya.
Baca Juga: Telisik Maksud Undangan Presiden Pezeshkian kepada Prabowo di Tengah Konflik Iran dan Israel
Terpisah, Trump sebelumnya menekankan AS tidak ingin terlibat dalam konflik Israel-Iran. Oleh sebab itu, Trump meminta Iran mengakhiri seluruh program pengembangan nuklirnya.
Setelah komentar Trump itu, Khamenei memberikan pernyataan melalui laman X resminya @khamenei.ir pada Rabu, 18 Juni 2025.
Pemimpin Tertinggi di Iran itu menyatakan pertempuran yang sebenarnya melawan Israel, baru dimulai.
"Kita harus memberikan tanggapan yang tegas terhadap rezim teroris Zionis. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis," tegas Khamenei.***