internasional

Telisik Tuntutan Aksi 'Blokir Semuanya' yang Guncang Prancis, dari Kemelut Pajak hingga Penolakan PM Loyalis Macron

Jumat, 12 September 2025 | 11:06 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron diprotes masyarakat negaranya dalam aksi bertajuk ‘Blokir Semuanya’. (Instagram.com/@emmanuelmacron)

Redaksi88.com – Prancis diguncang gelombang demonstrasi besar bertajuk “Block Everything” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “Blokir Semuanya”. 

Aksi ini berlangsung serentak di berbagai kota sebagai bentuk protes  terhadap kebijakan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Seruan aksi 'Blokir Semuanya' bermula dari unggahan di media sosial Facebook. Meskipun demikian, gaungnya cepat menyebar hingga menarik hampir 200 ribu orang turun ke jalan. 

Baca Juga: Sempat Heboh 6 Pos Polisi di Jogja-Sleman Dilempar Bom Molotov, Motif Pelaku Diduga Ikut-Ikutan Tren di Medsos

Laporan AFP bahkan mencatat sekitar 197.000 demonstran ikut andil dalam aksi tersebut.

“Kami ingin layanan publik yang efektif, pajak lebih tinggi untuk orang kaya, pajak lebih kecil untuk orang miskin, serta distribusi kekayaan yang lebih adil,” ujar Jean-Baptiste, demonstran berusia 30 tahun, dikutip dari AFP, Kamis, 11 September 2025.

Akar kemarahan publik dipicu pemotongan layanan sosial dan kebijakan penghematan pemerintah. 

Hal itu dinilai memberatkan warga kelas menengah yang semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup. 

Baca Juga: Belajar Analisis Data Tanpa Background IT, Bisa Banget Lewat Bootcamp Gratis Ini

Sementara itu, pemerintah Prancis tengah menghadapi tekanan Uni Eropa untuk menekan defisit anggaran yang saat ini hampir dua kali lipat dari batas 3 persen yang ditetapkan UE. Sementara utang publik pun telah menembus 114 persen dari PDB.

Selain soal ekonomi, penunjukan Perdana Menteri (PM) baru Prancis, Sebastien Lecornu, ikut memicu protes. 

Usut punya usut, Lecornu dikenal sebagai loyalis Macron sejak 2017, sehingga banyak warga menilai pengangkatannya sarat arogansi politik.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Menkeu Purbaya Dikecam DPR: Warga Masih Banyak yang Kena PHK

“Penting mengambil tindakan sekarang juga. Macron tidak peduli dengan rakyat Prancis,” kata seorang pengunjuk rasa bernama Marie, dikutip dari laporan yang sama.

Halaman:

Tags

Terkini