internasional

Dunia Berduka atas Kematian Charlie Kirk: Trump Sebut Momen Gelap Bagi Amerika, Kanada hingga Italia Justru Ingatkan Sinyal Bahaya

Jumat, 12 September 2025 | 11:41 WIB
Presiden AS, Donald Trump (kiri) menyebut kasus kematian aktivis muda, Charlie Kirk (kanan) sebagai momen gelap bagi Amerika Serikat. (X.com/@Angelique)

Redaksi88.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama sejumlah pemimpin dunia menyampaikan duka mendalam atas kematian Charlie Kirk.

Kirk selaku aktivis konservatif sekaligus sekutu dekat Trump yang baru berusia 31 tahun itu, dilaporkan tewas ditembak saat berpidato di Utah Valley University, AS, Rabu, 10 September 2025. 

Insiden ini langsung memicu reaksi keras internasional karena dipandang sebagai ancaman serius terhadap demokrasi.

Baca Juga: Telisik Tuntutan Aksi 'Blokir Semuanya' yang Guncang Prancis, dari Kemelut Pajak hingga Penolakan PM Loyalis Macron

Trump menyebut peristiwa itu sebagai momen gelap atau kehilangan besar bagi Amerika Serikat. 

“Ini adalah momen gelap bagi Amerika,” kata Trump dalam video di platform Truth Social, dikutip dari Fox News, Kamis, 11 September 2025.

Ia menegaskan pemerintahannya akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. 

“Pemerintahan saya akan menemukan setiap orang yang berkontribusi terhadap kekejaman ini,” ujar Trump.

Baca Juga: Sempat Heboh 6 Pos Polisi di Jogja-Sleman Dilempar Bom Molotov, Motif Pelaku Diduga Ikut-Ikutan Tren di Medsos

Tak hanya AS, reaksi juga datang dari pemimpin dunia lainnya. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa politik tidak boleh bercampur dengan kekerasan. 

“Saya sangat terkejut dengan kasus kematian Charlie Kirk. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik dan setiap tindakannya mengancam demokrasi,” tulis Carney di X, dikutip dari AFP, Kamis, 11 September 2025.

Senada, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan hal serupa dengan menekankan pentingnya kebebasan berpendapat. 

Baca Juga: Belajar Analisis Data Tanpa Background IT, Bisa Banget Lewat Bootcamp Gratis Ini

“Kita semua harus bebas berdebat secara terbuka dan bebas tanpa rasa takut, tidak ada pembenaran untuk kekerasan politik,” tegas Senada dikutip dari laporan yang sama.

Halaman:

Tags

Terkini