Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut tewasnya Kirk sebagai luka mendalam bagi kebebasan demokrasi.
“Pembunuhan yang keji, luka yang dalam bagi demokrasi dan bagi mereka yang percaya pada kebebasan,” terang Meloni, dilansir AFP, sembari menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sekilas terkait kiprah politik Kirk di AS, aktivis muda itu dikenal sebagai figur konservatif yang vokal, khususnya lewat organisasinya, Turning Point USA.
Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Menkeu Purbaya Dikecam DPR: Warga Masih Banyak yang Kena PHK
Kelompok itu kini berkembang menjadi salah satu wadah politik anak muda terbesar di Amerika Serikat.
Melalui organisasi itu, Kirk berhasil menarik dukungan generasi muda bagi kemenangan Trump dalam pemilu 2024. Hubungan keduanya pun semakin erat setelah Trump kembali berkuasa.
Selain menjadi penggerak organisasi, Kirk juga aktif sebagai influencer politik dengan agenda Trump.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Penyerapan Anggaran MBG Masih Rendah, Minta BGN Rutin Laporan ke Publik
Ia kerap hadir di kampus-kampus untuk menggelar debat terbuka mengenai isu kontroversial, mulai dari aborsi, imigrasi, hingga konflik Palestina.
Sikap lugasnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tajam membuat Kirk populer di kalangan konservatif, meski sekaligus menuai kritik dari lawan politiknya.
Kini, kematian Kirk bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi sinyal bahaya bagi masa depan kebebasan politik dan demokrasi di dunia internasional.***