REDAKSI88.com, Selandia Baru- Hana Rawhiti Maipi Clarke, anggota parlemen muda dari suku Maori, menarik perhatian dunia dengan tindakan berani merobek draft RUU kontroversial yang mengancam hak-hak rakyatnya menjadi viral.
Hal Ini salah satu momen bersejarah di parlemen Selandia Baru, Kamis (14/11/2024).
Maipi Clarke, bersama anggota Te Pāti Māori lainnya, tidak berhenti di sana. Mereka melancarkan tarian haka, tarian khas suku Maori, tepat di tengah ruang sidang parlemen.
Baca Juga: Momen Presiden Vietnam Ajak Prabowo Foto Bersama di Peru
Dengan wajah serius dan gerakan penuh energi, mereka menyampaikan pesan, perlawanan suku Maori tidak akan surut.
Tarian Haka, sering digunakan untuk menyambut tamu, juga dikenal sebagai tarian perang.
Tarian ini melambangkan semangat juang dan kebulatan tekad, menjadikannya simbol kuat dalam perdebatan sengit tentang RUU tersebut.
RUU kontroversial yang menjadi pemicu ini diusulkan oleh Partai Libertarian Act.
Baca Juga: Prabowo dan PM Selandia Baru Sapa Wartawan Bersama Usai Pertemuan Bilateral di Peru
RUU tersebut bertujuan untuk meninjau ulang Perjanjian Waitangi, sebuah dokumen yang telah menjadi landasan penting dalam hubungan antara suku Maori dan pemerintah selama 184 tahun.
Perjanjian Waitangi, ditandatangani oleh lebih dari 500 kepala suku Maori dan pihak Inggris pada 1840, selama ini menjamin hak-hak adat, tanah, dan budaya suku Maori.
Namun, RUU yang diusulkan dinilai dapat melemahkan atau bahkan menghapus prinsip-prinsip penting dari perjanjian tersebut.
Baca Juga: PM Selandia Baru Sebut Prabowo Bisa Bawa Perekonomian Indonesia Makin Berkembang
Bagi Maipi-Clarke dan para pemimpin Te Pāti Māori, RUU ini bukan sekadar revisi hukum, tetapi ancaman eksistensial terhadap hak-hak dan warisan budaya suku Maori.