Apa Itu Tradisi Nujuh Likur? Nyala Api Pada Malam Ramadhan di Bengkulu Selatan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 27 Februari 2025 | 17:20 WIB
Apa Itu Tradisi Nujuh Likur?  Nyala Api Pada Malam Ramadhan di Bengkulu Selatan.  (Istimewa)
Apa Itu Tradisi Nujuh Likur? Nyala Api Pada Malam Ramadhan di Bengkulu Selatan. (Istimewa)

REDAKSI88.com - Pada malam ke 27 Ramadhan, biasanya langit Bengkulu Selatan berubah menjadi kanvas cahaya yang memukau.

Bukan kembang api mewah, melainkan nyala api sederhana dari tempurung kelapa yang disusun tinggi, menciptakan pemandangan yang tak terlupakan.

Inilah tradisi nujuh likur, sebuah perayaan unik yang menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan syukur.

Nujuh likur bukan sekadar membakar tempurung kelapa. Di balik nyala api yang menari-nari, tersimpan makna mendalam.

Baca Juga: Ini 5 Tradisi Unik Ramadhan dari Lentera Mesir Hingga Meriam Lebanon

Tempurung kelapa, simbol dari pohon kehidupan yang serba guna, dibakar sebagai ungkapan syukur atas berkah Ramadhan yang hampir usai.

Nyala api yang terang benderang menjadi penanda datangnya hari kemenangan, Idul Fitri.

Tradisi ini bukan hanya milik individu, tetapi milik seluruh masyarakat Bengkulu Selatan.

 

Nujuh likur adalah warisan budaya yang dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Balimau Mensucikan Diri Menyambut Ramadhan di Minangkabau

Tradisi ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan.

Dengan melibatkan anak-anak dan remaja, tradisi ini terus hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Suasana nujuh likur begitu meriah dan penuh sukacita. Warga berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati keindahan nyala api.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X