4. Berakal
Puasa hanya diwajibkan bagi mereka yang memiliki akal sehat.
Orang yang mengalami gangguan jiwa atau kehilangan kesadaran tidak diwajibkan berpuasa, karena mereka tidak memiliki tanggung jawab hukum dalam Islam.
5. Mampu (Sehat dan Tidak dalam Keadaan Musafir)
Puasa diwajibkan bagi orang yang mampu secara fisik dan tidak dalam keadaan bepergian jauh (musafir).
Jika seseorang sedang sakit atau dalam perjalanan jauh, Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa.
Namun, puasa tersebut harus diganti di lain waktu setelah Ramadhan.
6. Suci dari Haid dan Nifas
Bagi wanita, puasa hanya sah jika sedang dalam keadaan suci dari haid dan nifas.
Jika mengalami haid atau nifas, mereka diperbolehkan tidak berpuasa, tetapi wajib menggantinya setelah Ramadhan.
Dengan memperhatikan dan memenuhi syarat sah puasa ini, seorang Muslim dapat memastikan ibadah puasanya diterima oleh Allah SWT.
Semoga panduan ini bermanfaat dan membantu umat Islam menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.***
Artikel Terkait
Empat Tradisi Unik di Mukomuko Bengkulu Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H
Mengenal Tradisi Balimau Mensucikan Diri Menyambut Ramadhan di Minangkabau
Ini 5 Tradisi Unik Ramadhan dari Lentera Mesir Hingga Meriam Lebanon
Apa Itu Tradisi Nujuh Likur? Nyala Api Pada Malam Ramadhan di Bengkulu Selatan
Apa saja Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa dalam Islam? Cek disini!