khazanah

Mengapa Kita Berqurban? Ini Sejarah dan Makna Mendalam dari Ibadah Qurban

Senin, 26 Mei 2025 | 12:00 WIB
Mengapa Kita Berqurban? Ini Sejarah dan Makna Mendalam dari Ibadah Qurban (Freepik.com / Freepik)

Redaksi88.com – Qurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. 

Ibadah ini dilakukan dengan cara menyembelih hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, atau unta. 

Daging dari hewan qurban kemudian dibagikan kepada keluarga yang berqurban serta kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga: Ketua DPR RI Soroti Ormas Serobot Lahan BMKG: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme

Dikutip dari laman baznas.go,id, berikut ini adalah kisah sejarah singkat ibadah qurban yang menjadi dasar dari pelaksanaannya hingga hari ini.

Sejarah Qurban

Asal usul qurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah dari Allah SWT melalui sebuah mimpi. Dalam mimpi tersebut, beliau diminta untuk menyembelih putranya, Ismail AS.

Ketika waktu yang ditentukan tiba, Nabi Ibrahim AS bersiap menjalankan perintah tersebut. Ia membaringkan kepala putranya dan bersiap untuk menyembelihnya. 

Ketaatan yang luar biasa tidak hanya datang dari Nabi Ibrahim AS, tetapi juga dari Nabi Ismail AS, yang dengan penuh keikhlasan berserah diri atas perintah Allah.

Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT menggantikan posisi Ismail dengan seekor hewan sembelihan yang besar. Menurut banyak riwayat, hewan tersebut adalah seekor kambing gibas.

Baca Juga: Cek Nama Anda! 3 Bansos Cair Hari Ini, 26 Mei 2025, PKH dan BPNT Menyusul

Peristiwa Qurban dalam Al-Qur’an

Allah SWT. berfirman mengenai peristiwa kurban ini di dalam Al Quran, Surah As-Shaffat, ayat 103-109:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: 'Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) 'Selamat sejahtera bagi Ibrahim’.”

Baca Juga: Empat Perusahaan China Minat Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di RI, Danantara Siap Gandeng

Makna dan Keteladanan

Kisah kurban ini menjadi pelajaran berharga tentang keikhlasan dan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT. 

Halaman:

Tags

Terkini