Ketua DPR RI Soroti Ormas Serobot Lahan BMKG: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 26 Mei 2025 | 11:30 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani.  (Instagram.com / @ketua_dprri)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Instagram.com / @ketua_dprri)

Redaksi88.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan usai bertemu Perdana Menteri China, Li Qiang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 25 Mei 2025.

"Kami minta pemerintah menindak tegas ormas-ormas yang mengganggu ketertiban,” tegas Puan kepada awak media.

Baca Juga: Puan Maharani soal Dugaan Oknum GRIB Duduki Lahan BMKG: Kalau Berbau Premanisme, Bubarkan

“Apalagi kemudian meresahkan masyarakat, dan mengevaluasi keterlibatan ormas-ormas yang kemudian berbau premanisme," sambungnya.

Pernyataan ini disampaikan Puan sebagai respons atas insiden pendudukan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Tangerang Selatan oleh sebuah ormas.

Ia menilai tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan harus segera dihentikan.

"Kalau memang kemudian itu (ormas) berbau premanisme, ya segera bubarkan,” kata Puan.

Baca Juga: China Lirik RI! Bos Danantara Sebut 4 Perusahaan Siap Investasi: dari Kendaraan Listrik hingga Pusat Data

“Jangan sampai kemudian negara kalah," tambahnya.

Puan juga mendorong aparat penegak hukum untuk segera meninjau dan mengevaluasi tindakan sepihak yang dilakukan ormas-ormas yang meresahkan.

Sebagai informasi, BMKG sebelumnya melaporkan dugaan penguasaan lahan seluas 127.780 meter persegi di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, kepada Polda Metro Jaya.

Laporan itu tercantum dalam surat resmi bernomor e.T/PL.04.00/001/KB/V/2025, yang berisi permintaan bantuan pengamanan terhadap aset negara yang direncanakan untuk pembangunan Gedung Arsip BMKG.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Akhmad Taufan Maulana, menjelaskan bahwa gangguan terhadap lahan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun dan menghambat rencana pembangunan.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X