Redaksi88.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan bahwa terdapat empat perusahaan China yang berencana menanamkan modalnya di Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh CIOD anantara, Pandu Sjahrir yang menyebutkan bahwa sejumlah perusahaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut tertarik untuk berinvestasi di sektor pusat data, kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan baterai EV.
Baca Juga: PM China Sambangi RI, Buka Peluang Proyek Strategis: Dari Gerbong Kereta hingga Industri Kimia
"Banyak, tapi yang the leading itu mungkin ada 3 sampai 4 (perusahaan China). Soal dari sisi baterai, dari sisi electric vehicle, mereka tertarik di sana," ujar Pandu kepada wartawan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Minggu, 25 Mei 2025.
Ia menambahkan, ketertarikan investor China tak hanya terbatas pada sektor otomotif dan teknologi energi, tetapi juga meluas ke sektor data dan konsumer.
"Dari sisi data center, mereka juga sangat tertarik di sana. Dari sisi investment juga di sisi consumer. Mereka juga tertarik di daerah sana. Jadi kita lihat lah satu demi satu," sambungnya.
Lebih lanjut, Pandu menyampaikan bahwa Danantara tengah mendorong perusahaan-perusahaan tersebut agar segera membangun fasilitas produksi di dalam negeri.
Baca Juga: Trump Ultimatum Apple: Produksi iPhone Harus di AS atau Hadapi Tarif Impor 25 Persen
"Keinginan kita (bangun pabrik), soal EV itu kan kita megang dari atasnya hulunya. Sekarang kita naikin knowledge kita ke hilir," jelas Pandu.
Ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan penguasaan teknologi, khususnya jika Indonesia ingin membangun kendaraan listrik secara mandiri di masa depan.
"Nantinya juga kalau kita ingin pembangunan misalnya mobil listrik atau apa kita pengen juga ada peningkatan knowledge di kitanya," imbuhnya.
Baca Juga: Kadin China Dukung Program MBG, Target Bangun 1.000 Dapur Bergizi
Menurut Pandu, Indonesia harus banyak belajar dari China, terutama dalam hal pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar bisa bersaing di sektor strategis tersebut.
"Jadi per hari ini China yang advance, kita belajar langsung aja dari China. Tapi nantinya Insya Allah bisa juga kita jadi salah satu leadernya di sini," pungkasnya.***
Artikel Terkait
KORPRI Usulkan Perpanjangan Batas Usia Pensiun ASN, Istana Akui Sudah Menerima Usulan: Belum Kami Bahas
Polisi Amankan 17 Orang Terkait Penguasaan Lahan BMKG di Pondok Aren
Kadin China Dukung Program MBG, Target Bangun 1.000 Dapur Bergizi
Trump Ultimatum Apple: Produksi iPhone Harus di AS atau Hadapi Tarif Impor 25 Persen
PM China Sambangi RI, Buka Peluang Proyek Strategis: Dari Gerbong Kereta hingga Industri Kimia