PM China Sambangi RI, Buka Peluang Proyek Strategis: Dari Gerbong Kereta hingga Industri Kimia

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Minggu, 25 Mei 2025 | 20:27 WIB
Perdana Menteri China, Li Qiang datang ke Indonesia.  (Instagram.com / presidenrepublikindonesia)
Perdana Menteri China, Li Qiang datang ke Indonesia. (Instagram.com / presidenrepublikindonesia)

Redaksi88.com – Kunjungan resmi Perdana Menteri China, Li Qiang, ke Indonesia pada Minggu, 25 Mei 2025, bukan sekadar acara seremonial. 

Pemerintah menilai lawatan ini membawa angin segar dalam kerja sama ekonomi serta percepatan realisasi investasi antara kedua negara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa investasi senilai 10 miliar dolar AS yang sebelumnya telah disepakati mulai berjalan secara bertahap.

Baca Juga: Respon Ayah Lesti Kejora usai Putrinya Dituduh Nyanyikan Lagu Yoni Dores Tanpa Izin: Doakan Saja

"Investasi tersebut sudah mulai berjalan dan mencakup sejumlah sektor strategis," ujarnya kepada media saat menyambut kedatangan PM Li Qiang di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (25/5/2025).

Tak hanya investasi yang sudah terealisasi, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama baru lintas sektor. 

Menurut Rosan, pemerintah tengah menjajaki berbagai potensi kolaborasi lanjutan di sektor transportasi, pengembangan kawasan industri, hilirisasi mineral, hingga industri kimia.

Baca Juga: Trump Ultimatum Apple: Produksi iPhone Harus di AS atau Hadapi Tarif Impor 25 Persen

"Yang baru ini sifatnya lintas sektor, mulai dari gerbong kereta api, industri baterai kendaraan listrik, hingga industri kimia," kata Rosan.

Ia menjelaskan bahwa proyek-proyek yang digagas merupakan bentuk kerja sama antara berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, BUMN, serta mitra internasional.

Rosan menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas kerja sama ekonomi dengan China sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor industri nasional.

Baca Juga: Kadin China Dukung Program MBG, Target Bangun 1.000 Dapur Bergizi

Ketika ditanya soal hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Rosan menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus pada kemitraan bilateral yang bersifat saling menguntungkan.

"Kita akan lebih fokus untuk pembahasan penguatan kolaborasi," pungkasnya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X