Mengapa AI seperti GPT-4 begitu boros listrik? GPT-4 tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga memproses gambar dan konteks percakapan.
Selain itu, membutuhkan pendingin khusus (AC industri & pendingin cair) untuk menjaga suhu server, dan selain listrik, ada biaya infrastruktur, pemeliharaan, dan keamanan data.
Meskipun kata seperti "tolong" dan "terima kasih" terlihat kecil, setiap karakter yang dimasukkan pengguna meningkatkan beban pemrosesan AI.
Akibatnya, biaya listrik dan komputasi bertambah, yang akhirnya memengaruhi pengeluaran OpenAI secara keseluruhan.
Sam Altman tidak melarang pengguna untuk bersikap sopan, tetapi pernyataannya menyoroti betapa mahalnya operasional AI mutakhir.
Dengan konsumsi energi yang sangat besar, setiap interaksi pengguna—bahkan sekadar menambahkan kata-kata tambahan—berkontribusi pada biaya operasional yang mencapai puluhan juta dolar.
Fakta ini juga mengingatkan kita bahwa perkembangan AI tidak hanya tentang kecanggihan, tetapi juga dampak lingkungan dan ekonomi di balik layar.***
Artikel Terkait
Cara Pengajuan KUR BRI 2025 Offline dan Online serta Syaratnya
Simak Estimasi Cicilan KUR BRI 2025: Ini Syarat dan Cara Pengajuan Secara Online
Pemutihan Pajak Kendaraan 2025, Ini 3 Provinsi yang Bebas Denda Tunggakan
Perhatian! Pemilik Kartu Keluarga dan KTP dengan Ciri Ini Bisa Dicoret dari Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2
CPNS 2025 Segera Dibuka? Ini Bocoran Penting dari Pemerintah
Mei 2025, Bansos PKH dan BPNT Tahap II Segera Cair! Ini Pengumuman Resmi dari Kemensos