Fakta Mengejutkan di Balik Kata 'Tolong' dan 'Terima Kasih' Saat Pakai ChatGPT

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 22 April 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi Fakta Mengejutkan di Balik Kata 'Tolong' dan 'Terima Kasih' Saat Pakai ChatGPT. (pixabay/pexel)
Ilustrasi Fakta Mengejutkan di Balik Kata 'Tolong' dan 'Terima Kasih' Saat Pakai ChatGPT. (pixabay/pexel)

Mengapa AI seperti GPT-4 begitu boros listrik? GPT-4 tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga memproses gambar dan konteks percakapan.

Selain itu, membutuhkan pendingin khusus (AC industri & pendingin cair) untuk menjaga suhu server, dan selain listrik, ada biaya infrastruktur, pemeliharaan, dan keamanan data.

Meskipun kata seperti "tolong" dan "terima kasih" terlihat kecil, setiap karakter yang dimasukkan pengguna meningkatkan beban pemrosesan AI. 

Akibatnya, biaya listrik dan komputasi bertambah, yang akhirnya memengaruhi pengeluaran OpenAI secara keseluruhan.

Baca Juga: Perhatian! Pemilik Kartu Keluarga dan KTP dengan Ciri Ini Bisa Dicoret dari Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2

Sam Altman tidak melarang pengguna untuk bersikap sopan, tetapi pernyataannya menyoroti betapa mahalnya operasional AI mutakhir. 

Dengan konsumsi energi yang sangat besar, setiap interaksi pengguna—bahkan sekadar menambahkan kata-kata tambahan—berkontribusi pada biaya operasional yang mencapai puluhan juta dolar.

Fakta ini juga mengingatkan kita bahwa perkembangan AI tidak hanya tentang kecanggihan, tetapi juga dampak lingkungan dan ekonomi di balik layar.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X