REDAKSI88.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik pemalsuan beras yang marak terjadi, dimana beras medium dikemas dengan label premium.
Temuan ini berdasarkan hasil uji sampel pemerintah di beberapa wilayah.
"Kami sudah ambil sampel di beberapa tempat dan melakukan pengecekan. Hasilnya, isinya beras medium tapi tertulis premium di kemasannya. Ini jelas merugikan masyarakat," tegas Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga: Ramai-ramai Mudik 30 Maret? Ini Prediksi Terbaru Hari Raya Idul Fitri 2025
Mentan memberikan peringatan dan ultimatum tegas kepada pelaku usaha agar praktik curang tersebut dihentikan.
Ia menegaskan pemerintah akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi beras di seluruh wilayah.
"Sampaikan ke semua pengusaha, jangan lagi mengalihkan beras medium jadi premium. Kami beri waktu perbaikan. Kalau tidak berubah, kami akan cek seluruh Indonesia," ujarnya.
Amran mengingatkan pola serupa dengan kasus minyak goreng Minyakita tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ramai-ramai Mudik 30 Maret? Ini Prediksi Terbaru Hari Raya Idul Fitri 2025
"Seperti kasus minyak goreng kemarin, kami beri peringatan dulu. Tapi kalau tetap bandel, kami akan turun tangan," tegasnya sambil menambahkan
"Ini benar-benar merugikan rakyat Indonesia.***
Artikel Terkait
Polda Lampung Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bakauheni dan Tol untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba Saat Mudik Lebaran 2025
Memberatkan Mantan Napi, Ini Alasan Menteri HAM Natalius Pigai Usulkan Penghapusan SKCK ke Kapolri
Fakta di Balik Video Viral TikTok Wildan yang Tawarkan Uang Rp2 Miliar, Ternyata Ini Motifnya
Jaga Stabilitas Bapok, Polres Bengkulu Utara Ingatkan Pedagang dan Masyarakat Jelang Lebaran 2025
Ramai-ramai Mudik 30 Maret? Ini Prediksi Terbaru Hari Raya Idul Fitri 2025
Presiden Prabowo Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia Usai Unggul 1-0 Kalahkan Bahrain