Kecelakaan Mudik Turun Signifikan, Tapi Waspadai Puncak Arus Balik 6-7 April

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Rabu, 2 April 2025 | 16:40 WIB
Potret Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam unggahannya tentang arus mudik Lebaran 2025.  (Instagram/agusyudhoyono)
Potret Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam unggahannya tentang arus mudik Lebaran 2025. (Instagram/agusyudhoyono)

REDAKSI88.com - Pemerintah telah menyiapkan strategi matang untuk mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2025 yang diprediksi terjadi pada 6-7 April. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan kesiapan lintas kementerian dalam memastikan kelancaran perjalanan pemudik.

"Yang diprediksi tanggal 6-7 April itu puncak arus balik," jelas AHY usai menghadiri open house Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta pada Selasa, 1 April 2025.

Baca Juga: Presiden Prabowo Berbagi Momen Lebaran Penuh Kehangatan dengan Keluarga

"Kita akan terus pantau, dan semua kementerian/lembaga terkait penyiapan arus mudik dan balik terus bersiaga," ujarnya.

AHY menambahkan, "Mudah-mudahan sebelum maupun setelah puncak bisa diatur dengan kebijakan tepat sehingga berjalan aman dan lancar," tambahnya.

Penurunan Angka Kecelakaan Mudik 2025

Data Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) mencatat penurunan signifikan kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2025.

Baca Juga: Prabowo Sahkan Aturan Perlindungan Anak di Dunia Digital

Kecelakaan: Turun 31,7% (dari 2.152 kasus pada 2024 menjadi 1.477 kasus di 2025)

Korban meninggal: Turun 32% (dari 324 orang pada 2024 menjadi 223 orang di 2025)

Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan, "Korlantas dan stakeholder telah mempersiapkan skenario antisipasi arus balik puncak sekitar 5-7 April," dikutip dari laman resmi Korlantas.

Pemerintah terus mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, termasuk rekayasa jalur dan posko pengawasan, untuk meminimalisir kemacetan dan risiko kecelakaan selama periode kritis ini.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X