Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi Dahsyat, Kolom Abu Membumbung Tinggi Hingga 19 Ribu Meter

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 7 Juli 2025 | 17:43 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi dahsyat dengan kolom abu terpantau hingga 19 ribu meter dari permukaan laut.
Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi dahsyat dengan kolom abu terpantau hingga 19 ribu meter dari permukaan laut.

Redaksi88.com – Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi hebat pada Senin, 7 Juli 2025, pukul 11.05 WITA.

Letusan ini mengejutkan warga setelah kolom abu terpantau membumbung tinggi hingga sekitar ±18.000 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 19.584 meter di atas permukaan laut.

Asap tebal berwarna kelabu hingga hitam terlihat menyebar ke arah utara, timur laut, dan barat laut.

Melihat skala letusan yang besar, otoritas setempat menetapkan zona bahaya dan mengimbau masyarakat untuk menjauhi area dalam radius 6 kilometer serta sektoral Barat Daya hingga Timur Laut sejauh 7 kilometer dari titik pusat erupsi.

Baca Juga: Banjir Rob Mengintai! Ancam Pesisir Jakarta hingga 13 Juli, BPBD Sebut Dipicu Pasang Laut dan Bulan Purnama

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan sektoral Barat Daya–Timur Laut 7 Km dari pusat erupsi," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Fajaruddin M. Balido.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah setempat. 

Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan mengandalkan informasi resmi dari pihak berwenang.

Potensi bahaya tidak hanya berasal dari letusan utama. PVMBG juga mewanti-wanti akan adanya risiko banjir lahar hujan jika terjadi hujan lebat di area gunung. 

Baca Juga: Banjir Jakarta Meluas: 141 RT dan 7 Ruas Jalan Terendam, BPBD Kerahkan Tim

Aliran banjir lahar dikhawatirkan akan melanda wilayah-wilayah yang berada di sekitar sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," lanjut Fajaruddin.

Lebih lanjut, warga juga diminta untuk menggunakan masker demi menghindari dampak buruk abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Pemerintah Daerah terus melakukan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X