Redaksi88.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2025.
Selain para tamu negara, masyarakat juga berkesempatan ikut hadir dalam upacara kemerdekaan ini.
Kesempatan itu diberikan bagi masyarakat yang berhasil mendapatkan undangan dan bisa mengikuti upacara secara langsung di Istana Merdeka.
Baca Juga: Istana Respons Gelombang Protes di Pati, Mensesneg Ungkap Terus Memantau dan Koordinasi Cari Solusi
“(Totalnya) pagi 8.000, sore 8.000. Dalam kesempatan ini kami juga mewakili panitia memohon maaf kalau memang karena keterbatasan tempat, maka banyak masyarakat yang sebenarnya antusias ingin ikut hadir merayakan,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 14 Agustus 2025.
“Tetapi sekali lagi, karena keterbatasan tempat, tidak bisa semuanya tertampung. Full semua,” tambahnya.
Pembagian undangan terbagi untuk dua agenda utama, yakni Upacara Detik-detik Proklamasi di pagi hari dan Upacara Penurunan Bendera di sore hari.
Baca Juga: KPK Geledah Dua Lokasi terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Sita Mobil hingga Dokumen Penting
Terkait aturan pakaian, Prasetyo menjelaskan, biasanya Presiden, Wakil Presiden, dan para tamu undangan mengenakan pakaian adat.
“Untuk undangan resmi, memang ada, kita harapkan menggunakan pakaian (adat) tapi kalau untuk masyarakat, kita tidak mewajibkan untuk menggunakan pakaian tertentu,” jelasnya.
Meski tidak ada kewajiban khusus, Prasetyo menyarankan masyarakat yang ikut hadir agar mengenakan pakaian bernuansa merah atau putih.
Baca Juga: Didemo Warga untuk Mundur, Bupati Pati Sudewo Diduga Juga Terlibat Kasus Suap Proyek Kereta
“Nuansanya kalau memang di rumah punya mungkin baju warna merah atau ada nuansa merah-putihnya berkenan dipakai, Alhamdulillah,” terangnya.
“Yang penting semangatnya,” tambah Prasetyo.
Artikel Terkait
Bupati Pati Sudewo Dilempari Sandal Jepit hingga Botol saat Tanggapi Pendemo dari Atas Mobil Rantis
Pengamat IPR: Prabowo Tunjuk Teddy sebagai Seskab Berdasarkan Standar Tinggi, Bukan Sekadar Kedekatan
Didemo Warga untuk Mundur, Bupati Pati Sudewo Diduga Juga Terlibat Kasus Suap Proyek Kereta
KPK Geledah Dua Lokasi terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Sita Mobil hingga Dokumen Penting
Istana Respons Gelombang Protes di Pati, Mensesneg Ungkap Terus Memantau dan Koordinasi Cari Solusi