Dorong Pemerataan, Ekonomi Desa di Kawasan Timur Jadi Prioritas Pembangunan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 00:57 WIB
Ilustrasi - Dorong Pemerataan, Ekonomi Desa di Kawasan Timur Jadi Prioritas Pembangunan.  (Pixabay/sasint)
Ilustrasi - Dorong Pemerataan, Ekonomi Desa di Kawasan Timur Jadi Prioritas Pembangunan. (Pixabay/sasint)

REDAKSI88.com – Pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif di kawasan timur Indonesia dengan menjadikan desa tertinggal sebagai prioritas pembangunan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Taufik Madjid, mengungkapkan masih terdapat hampir 11.000 desa berstatus tertinggal dan sangat tertinggal, sebagian besar berada di wilayah timur.

Ia menekankan, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dari desa dengan mengoptimalkan potensi lokal.

Baca Juga: Pembukaan EXPO Bengkulu Utara Dihiasi Praktik Perjudian

“Harapannya program ini akan menstimulasi percepatan agar desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal bisa keluar menjadi desa yang maju dan mandiri,” ujar Taufik dalam Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah Sasaran Program TEKAD 2025 di Makassar, Jumat (29/8/2025).

Ia menambahkan, arah pembangunan desa tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang disusun berdasarkan visi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam dokumen RPJMN itu, pemerintah menetapkan tiga prioritas utama, yakni memerangi kemiskinan di desa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Mentan Pastikan Beras SPHP Rusak Bisa Ditukar Langsung di Bulog

“Tiga nafas ini yang harus menjadi bagian penting dari aneka kebijakan dan program untuk masuk ke desa-desa,” kata Taufik.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari lembaga internasional. Country Programme Officer IFAD Indonesia, Yumi Sakata, menyebut inisiatif ini sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mendorong transformasi ekonomi di kawasan timur.

Menurutnya, program itu menargetkan lebih dari 1.000 desa, melibatkan 150.000 rumah tangga, serta diproyeksikan memberikan manfaat bagi lebih dari satu juta orang.

Baca Juga: Lebih 100 Ribu Hektare Lahan Transmigrasi Belum Bersertifikat, Kementerian Fokus Benahi Konflik Agraria

“Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat, mendukung, dan berkolaborasi bersama-sama melaksanakan program ini,” ujar Yumi.

Saat ini, kegiatan tersebut telah berjalan di sembilan provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Dengan cakupan yang luas, pemerintah berharap transformasi desa tertinggal dapat segera terwujud dan memberi kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X