Redaksi88.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimisme bahwa Indonesia segera mencapai swasembada beras.
Ia menegaskan, jika tidak ada hambatan berarti, capaian tersebut bisa diumumkan dalam waktu tiga bulan ke depan.
"Insyaallah dalam tiga bulan ke depan, bila tidak ada aral melintang, kami bisa umumkan bahwa Indonesia sudah swasembada beras,” ujar Amran dalam Upacara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu, 13 September 2025.
Baca Juga: Huru-hara Demonstrasi di Nepal Dinilai Menjadi Cerminan Luka Lama Monarki yang Belum Sembuh
Amran mengatakan, optimisme itu lahir bukan tanpa alasan. Menurutnya, transformasi besar di sektor pertanian yang kini beralih dari pola tradisional ke modern mulai menunjukan hasil.
Pemerintah, kata dia, mendorong berbagai program strategis mulai dari pencetakan sawah baru, perbaikan jaringan irigasi, hingga peningkatan kesejahteraan petani.
"Ini adalah transformasi besar-besaran untuk mewujudkan pertanian yang sehat dan berkeadilan," jelasnya.
Baca Juga: KBRI Dhaka Siapkan Rencana Kontinjensi untuk WNI yang Menetap di Nepal
Amran menyebutkan bahwa dampak transformasi ini sudah tampak dari meningkatnya kesejahteraan petani.
Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat naik menjadi 123,57 persen, sebuah capaian yang menurut laporan daerah turut berpengaruh pada meningkatnya kebahagiaan petani.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menguatkan pernyataan tersebut.
Baca Juga: Isu Pergantian Kapolri Mencuat usai Tragedi Diver Ojol , DPR Tegaskan Belum Terima Surpres
Tercatat, potensi produksi beras pada periode Januari–Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton.
Angka ini menunjukkan tren positif produksi pangan nasional yang kian mendekatkan Indonesia pada status swasembada.***
Artikel Terkait
Konsumsi Gula Rafinasi yang Rugikan Petani Kini Disorot DPR
Polemik Pagar Beton Laut Cilincing, Pemprov DKI Akui Tak Punya Wewenang Hentikan
Isu Pergantian Kapolri Mencuat usai Tragedi Diver Ojol , DPR Tegaskan Belum Terima Surpres
KBRI Dhaka Siapkan Rencana Kontinjensi untuk WNI yang Menetap di Nepal
Huru-hara Demonstrasi di Nepal Dinilai Menjadi Cerminan Luka Lama Monarki yang Belum Sembuh