Redaksi88.com – Perselisihan antara CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya menemukan titik terang.
Polemik yang sempat mencuat isu dugaan tindak pidana, Ferry memastikan situasi berakhir dengan rekonsiliasi setelah berdialog langsung dengan Kapuspen TNI Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah.
Dalam keterangannya melalui akun Instagram, Ferry menyebut bahwa perbincangannya dengan Freddy berhasil meluruskan banyak kesalahpahaman yang sebelumnya memicu polemik.
Baca Juga: Mentan Amran Klaim Indonesia Bisa Capai Swasembada Beras dalam Tiga Bulan
"Terjadi dialog antara saya dan beliau, yang intinya ada banyak kesalahpahaman di antara situasi ini," tulis Ferry di Instagram pribadinya, Sabtu, 13 September 2025.
Ferry menuturkan, Brigjen Freddy Ardianzah juga menyampaikan permintaan maaf atas situasi yang menimpa dirinya.
Ia pun melakukan hal serupa, seraya menegaskan keyakinannya bahwa banyak prajurit TNI tetap setia mengemban tugas melindungi negara dan rakyat.
Baca Juga: Huru-hara Demonstrasi di Nepal Dinilai Menjadi Cerminan Luka Lama Monarki yang Belum Sembuh
"Beliau meminta maaf atas situasi yang terjadi kepada saya dan yang harus saya hadapi, begitu juga sebaliknya, saya juga sudah meminta maaf atas situasi yang terjadi pada tubuh TNI saat ini," ujarnya.
Ferry menekankan bahwa dengan adanya dialog tersebut, polemik ini tidak berlanjut ke ranah hukum.
Ia menyampaikan apresiasinya atas dukungan publik sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali fokus pada isu-isu yang lebih besar, termasuk tuntutan rakyat dan nasib para demonstran yang masih ditahan.
Baca Juga: KBRI Dhaka Siapkan Rencana Kontinjensi untuk WNI yang Menetap di Nepal
"Jadi kenkawan sudah tidak ada tindak lanjut hukum apa pun ke depannya terhadap saya. Saya terima kasih dukungan teman-teman semua," tulisnya.
Dengan kesepakatan saling memaafkan itu sekaligus meredakan ketegangan di ruang publik dan menandai penyelesaian polemik secara damai.***
Artikel Terkait
Polemik Pagar Beton Laut Cilincing, Pemprov DKI Akui Tak Punya Wewenang Hentikan
Isu Pergantian Kapolri Mencuat usai Tragedi Diver Ojol , DPR Tegaskan Belum Terima Surpres
KBRI Dhaka Siapkan Rencana Kontinjensi untuk WNI yang Menetap di Nepal
Huru-hara Demonstrasi di Nepal Dinilai Menjadi Cerminan Luka Lama Monarki yang Belum Sembuh
Mentan Amran Klaim Indonesia Bisa Capai Swasembada Beras dalam Tiga Bulan