REDAKSI88.com – Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Praka Farizal Ramadan, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Praka Farizal, yang menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS, gugur akibat serangan militer Israel di Lebanon Selatan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, menyatakan bahwa pengabdian almarhum merupakan bentuk profesionalisme tertinggi yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Baca Juga: Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon, Pemerintah Indonesia Kecam Keras Serangan Israel
“Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur. (Beliau) memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama harum bangsa, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dunia,” ujar Sugiono, Senin (30/3/2026).
Insiden serangan tersebut dilaporkan tidak hanya merenggut nyawa Praka Farizal, tetapi juga menyebabkan tiga anggota TNI lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk segera memulangkan jenazah almarhum ke tanah air dengan proses yang cepat dan layak.
Menlu Sugiono telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus bersiaga.
Baca Juga: Alarm Waspada Campak: Viral Tangis Pilu Ibu Kehilangan Bayi 3 Bulan hingga Instruksi Siaga Kemenkes
“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita, kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya,” tegasnya.
Terkait serangan tersebut, Pemerintah Indonesia mendesak pihak UNIFIL untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna menemukan pihak yang bertanggung jawab. Indonesia juga menyerukan jalur diplomasi sebagai solusi utama untuk menurunkan tensi konflik di wilayah tersebut.
“Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” pungkas Sugiono.
Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan di Lebanon Selatan guna memastikan keamanan seluruh personel Satgas perdamaian Indonesia yang masih bertugas di wilayah konflik tersebut.***
Artikel Terkait
Instruksi Presiden Prabowo: Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas Padat Pengunjung, 300 Ribu Porsi Makanan Disiapkan
Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas PSEL di Banten dan Jawa Tengah
Dukung Menkop Ferry Juliantono, Pengamat: Distribusi Truk India Perkuat Logistik Koperasi Desa
Alarm Waspada Campak: Viral Tangis Pilu Ibu Kehilangan Bayi 3 Bulan hingga Instruksi Siaga Kemenkes
Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon, Pemerintah Indonesia Kecam Keras Serangan Israel