LRT Jabodebek Uji Coba Aturan Baru, Sepeda Non Lipat Bisa Dibawa ke Dalam Kereta

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 3 Desember 2024 | 09:49 WIB
Ilustrasi- LRT Jabodebek akan menggelar uji coba kebijakan baru yang mengizinkan pengguna membawa sepeda non-lipat ke dalam kereta pada akhir pekan. (pixabay/chunleizhao)
Ilustrasi- LRT Jabodebek akan menggelar uji coba kebijakan baru yang mengizinkan pengguna membawa sepeda non-lipat ke dalam kereta pada akhir pekan. (pixabay/chunleizhao)

REDAKSI88.com, Jakarta – Dalam langkah inovatif mendukung mobilitas ramah lingkungan, LRT Jabodebek akan menggelar uji coba kebijakan baru yang mengizinkan pengguna membawa sepeda non-lipat ke dalam kereta pada akhir pekan.

Uji coba ini dijadwalkan mulai 8 Desember 2024 dan menjadi persiapan penerapan penuh di hari-hari libur nasional mendatang.

Mahendro Trang Bawono, Manager Public Relations LRT Jabodebek, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan upaya LRT Jabodebek untuk memberikan layanan yang lebih inklusif bagi para penggemar sepeda standar.

"Uji coba ini adalah langkah awal untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan pengguna sepeda standar di LRT Jabodebek tanpa mengganggu operasional. Kami ingin memastikan semua pihak dapat menikmati layanan kami dengan optimal," ujar Mahendro pada Selasa (2/12/2024).

Baca Juga: Produksi Pangan Meningkat, Prabowo Optimistis RI Tak Perlu Impor Beras di 2025

Spesifikasi dan Ketentuan Sepeda Non Lipat

Sepeda non-lipat yang diizinkan memiliki dimensi maksimal 200 x 120 cm. Setiap kereta hanya diperbolehkan membawa hingga tiga sepeda non-lipat, dengan penempatan di sisi kiri pintu kereta, menyesuaikan arah perjalanan.

Sebelumnya, pengguna LRT Jabodebek telah diperbolehkan membawa sepeda lipat dengan dimensi maksimal 100 x 40 x 30 cm atau sepeda non-lipat yang panjangnya tidak melebihi 90 cm.

Kebijakan baru ini memberikan kesempatan lebih luas bagi pengguna sepeda untuk memanfaatkan transportasi publik.

Fasilitas Pendukung yang Disediakan

LRT Jabodebek telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kebijakan baru ini, di antaranya:

  • Gate khusus untuk sepeda, mempermudah akses masuk ke stasiun.
  • Lift di setiap stasiun, memudahkan mobilitas sepeda ke peron.
  • Area khusus untuk sepeda di dalam kereta, menjaga kenyamanan penumpang lain.
  • Jalur sepeda di tangga, dari area plaza stasiun hingga peron.
  • Parkir sepeda di seluruh stasiun, kecuali Stasiun Halim.

Langkah ini dirancang untuk memastikan kenyamanan tidak hanya bagi pengguna sepeda, tetapi juga penumpang lainnya.

Komitmen pada Transportasi Berkelanjutan

Mahendro menyebut bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi LRT Jabodebek untuk mendukung transportasi berkelanjutan dan gaya hidup ramah lingkungan.

"Mulai 8 Desember, kami mengundang masyarakat untuk mencoba fasilitas baru ini. Kami akan terus memantau pelaksanaannya dan melakukan evaluasi untuk memastikan kebijakan ini berjalan baik," ujar Mahendro.

Selain sepeda non-lipat, LRT Jabodebek juga mengakomodasi alat transportasi individu lainnya seperti sepatu roda dan skuter kecil, dengan syarat dimensi tertentu dan pelindung keamanan untuk mencegah gangguan pada penumpang lain.

Mendukung Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, terutama pesepeda, untuk memanfaatkan transportasi publik dalam aktivitas harian mereka.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X