Redaksi88.com, Jakarta - Presiden RI, Prabowo Subianto menyoroti manfaat langsung yang dirasakan oleh rakyat usai pemerintahannya menghapus utang macet UMKM.
Menurutnya, kebijakan yang ditetapkannya usai menjabat selama satu bulan sebagai pemimpin itu mampu membuat rakyat khususnya kalangan petani dan nelayan menjadi lebih bersemangat.
Baca Juga: Prabowo Turunkan Harga Tiket Pesawat, Ringankan Beban Masyarakat Jelang Nataru 2025
"Penghapusan utang di bidang UMKM yang sudah cukup lama, untuk para petani, nelayan kita. Saya pikir ini sangat dirasakan, sehingga mereka bisa lebih semangat, lebih aktif kembali," imbuhnya dalam pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (2/12).
Sebelumnya, Prabowo menghapus utang macet di masa lalu UMKM, petani, dan nelayan di Indonesia usai keluarnya PP Nomor 47 Tahun 2024 yang diteken pada 5 November lalu.
Baca Juga: Waspada! Ciri-ciri Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan
Selain, penghapusan utang di bidang UMKM, ia juga menyoroti kebijakan menaikkan upah minimum dan menurunkan harga tiket pesawat sebanyak 10 persen jelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Ia pun berterima kasih kepada Kabinet Merah Putih atas pencapaian terwujudnya kebijakan-kebijakan tersebut dan menekankan untuk terus menjunjung komitmen terhadap rakyat.
Baca Juga: Zumi Zola dan Putri Zulhas Akan Menikah, Cinta atau Strategi Politik?
"Saya merasakan di mana-mana rakyat merasa kita terus pada komitmen kita untuk selalu berpihak pada rakyat dan kepentingan nasional. Kita buat dasar-dasar yang sudah dibuat presiden sebelumnya. Tapi kita terus memperbaiki semua kebijakan, sistem yang perlu diperbaiki," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Apresiasi Kabinet, Sebulan Kerja, Hadirkan Dampak Nyata untuk Rakyat
Prabowo Donasikan 20 Ribu Hektar Lahan untuk Konservasi Gajah Aceh
Produksi Pangan Meningkat, Prabowo Optimistis RI Tak Perlu Impor Beras di 2025
LRT Jabodebek Uji Coba Aturan Baru, Sepeda Non Lipat Bisa Dibawa ke Dalam Kereta
Prabowo Turunkan Harga Tiket Pesawat, Ringankan Beban Masyarakat Jelang Nataru 2025